157 Peserta Ikuti Lomba Lintas Alam Menumbing 2016

157 Peserta Ikuti Lomba Lintas Alam Menumbing 2016

515
BAGIKAN :

“Yang paling penting dalam kegiatan ini bagaimana kita mensyukuri nikmat tuhan dengan menjaga lingkungan alam kita biar tetap asri dan sejuk “

Korankite.com, Muntok – Lomba Lintas Alam Menumbing 2016 yang di ikuti 157 peserta dari seluruh Bangka Belitung ini berlangsung Minggu (27/11/2016) dengan menempuh rute dari Pos 1 Gunung Menumbing hingga Puncak dan turun kembali ke Pos 1 dengan menempuh sekitar 8,5 Km.

Lomba terdiri dari 3 kategori mulai dari kategori Pelajar/Mahasiswa, kategori Instansi/Umum, dan kategori Pasukan Terlatih. Tema Lintas Alam kali ini yaitu Mari Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Ekowisata Melalui Lomba Lintas Alam Menumbing Menuju Bangka Barat hebat 2021.

Antusias Peserta dari luar Kabupaten Bangka Barat sangat luat biasa sekali, Peserta terjauh dari Toboali Kab. Bangka Selatan kemudian diikuti juga dari Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Induk, dan Bangka Tengah.

Peserta yang kebanyakan Pelajar dan Mahasiswa dari Seluruh Kabupaten ini mengatakan kepada Korankite.com sangat senang dan rutenya pun sangat menantang. Salah satunya Peserta dari Polman Sungailiat, Anju
” Kegiatan seperti ini sangat baik sekali selain untuk melatih ketangkasan dan kesigapan serta menyehatkan juga untuk menggugah kita untuk mencintai alam sekitar”. Ujar Anju

Baca Juga:  Sidak LP Tuatunu, Team Gabungan Nihil Hasil

Sependapat dengan tim dari Polman, Mahasiswi STAIN SAS BABEL yang tergabung dalam tim Abista mengatakan bahwa Kegiatan Lintas alam tahun ini rutenya lebih menarik daripada tahun dulu, lebih menantang dan pengelolaan persiapannya lebih baik dan terkoordinir.

Mardiono atau yang biasa disapa Hendro Nakngok, peserta yang mengikuti kategori umum dimana dia membawa anak -anak muda dayabaru yang tergabung dalam Ikatan Imada mengatakan ia dan teman – temannya setiap tahun pasti berpartisipasi karena banyak manfaat dari kegiatan ini antara lain melatih kekompakan dan menyehatkan.
“Yang paling penting dalam kegiatan ini bagaimana kita mensyukuri nikmat tuhan dengan menjaga lingkungan alam kita biar tetap asri dan sejuk “. Ujar Mardiono.

Alam lingkungan menjadi hal yang paling utama didalam siklus kehidupan kita jangan sampai hutan lindung habis dibabat dan ditambang. (Sbw/Asw ).

KOMENTAR