200 Pembalap Adu Nyali Sirkuit Air Putar Desa Simpang Tiga

200 Pembalap Adu Nyali Sirkuit Air Putar Desa Simpang Tiga

4
BAGIKAN :

Korankite.com, Bangka Barat – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tiada hentinya mencari benih berbakat, salah satunya di ajang balapan grass track yang berpacu di Sirkuit Air Putar, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Johan Vigario, selaku Bendara IMI Babel menyampaikan bahwa dirinya ingin Bangka Barat mampu bersaing dengan kabupaten lainnya dan berharap kedepan akan lebih sering lagi event seperti ini dilaksanakan, supaya ada wadah bagi pembalap untuk menunjukkan bakatnya.

“Babar ini bisa bersaing dengan kabupaten lain, hanya saja kita ini kan sepi event, padahal bibit-bibit itu banyak disini, kalau nggak ada wadahnya bagaimana mereka bisa main,” ungkapnya, Minggu (24/11/2019) di Sirkuit Simpang Tiga.

Johan melanjutkan, kedepannya ia berharap setiap kecamatan memiliki sirkuit dan IMI Babel siap mendukung setiap event yang diselenggarakan.

“Intinya mau memajukan otomotif di babar ini, tidak ada maksud lain, minimal ada satu sirkuit disetiap kecamatan. Sekarang kan kita sudah dapat tiket untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) dan sudah dapat. Nah ini untuk tahun berikutnya sudah mulai menyeleksi,” katanya.

Baca Juga:  Pilwako 2018, Molen Sudah Dihubungi Pengurus Partai

Disamping itu Kades Simpang Tiga, Sartojoyo, mengatakan awalnya pihak desa hanya ingin melaksanakan event lokal memperingati hari jadi Desa Simpang Tiga yang ke 16 Tahun.

“Awalnya peringatan ulang tahun desa, namun ditengah perjalanan kita di dukung IMI provinsi yang turun langsung memeriahkan ini,” ungkapnya.

Terpisah Ketua panitia pelaksana, Arbain, mengatakan grass track kali ini diikuti sebanyak 200 peserta se-Babel yang terbagi 12 klas, mulai dari Standar, klas Modifikasi, hingga Spesial Engine Excekutif.

“Kurang lebih 200 peserta yang diikuti se-Babel, dan disponsori oleh IMI Babel. Untuk klas semuanya 12, Provinsi ada 3 klas, Bangka barat 7 klas, kecamatan, 1 klas, dan lokal desa 1 klas” jelasnya. (Asw)

KOMENTAR