Babel Rugi 137,7 M Pertahun Akibat Praktek Ilegal

Babel Rugi 137,7 M Pertahun Akibat Praktek Ilegal

439
BAGIKAN :
Deddy Yulianto ketika bertemu Prabowo. (FB Deddy)

//Deddy Minta KPK Usut Temuan ICW

Korankite.com, Pangkalpinang – Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto, meminta KPK menindaklanjuti dan menelusuri atas temuan ICW terkait praktek illegal export timah tahun 2004-2015 yang tidak tercatat serta adanya perbedaan data yg dimiliki oleh perdagangan luar negeri dengan data yang di dapat dari importir timah yang berasal dari Indonesia khususnya Provinsi Bangka Belitung.

“Total transaksi saat itu sebesar 68,864 triliun dan indikasi kerugian negara saat itu sebesar 5,714 triliun yang terdiri dari kerugian royalti timah sendiri 2,066 triliun dan indikasi kerugian negara dari PPh badan 3,648 triliun, dari praktek illegal yg tidak tercatat yang rata rata tiap tahun indikasi kerugian negara 172,16 miliar dan kerugian Pemerintah daerah dari dana bagi hasil setiap tahunnya 137,7 miliar,” tukas Politisi Gerindra tersebut

Belum lagi dari pajak penghasilan badan perusahan smelter atau timah saat itu yang terindikasi kerugian negara sebesar 3,648 triliun dan dari penelusuran ICW itu sendiri KPK diminta dapat menelusuri Praktek illegal trading tersebut yang melibatkan banyak pihak.

Baca Juga:  Terkait SP3 PT. Pulomas, Deddy Akan Surati Presiden

“Dokumen manifes tidak sesuai dengan timah yang di export saat itu, bahkan saat itu dokumennya balok timah namun ada juga yg mengirim pasir timah. Selain itu juga dari penelusuran ICW tidak berjalannya aparat pengawasan seperti beacukai, polisi air, dan juga TNI AL,” sebut Deddy

“Bahkan praktek penjualan illegal timah ini dikatakan juga melibatkan oknum aparat untuk memuluskan pengiriman saat export yang bisa dikatakan dokumen pengirim tidak sesuai dengan fisik yang dikirim atau melebihi yang tertera di manifes, hingga itu yang dikatakan praktek illegal yang tidak tercatat, serta adanya permainan dan kongkanglingkong saat melakukan export timah saat itu,” tutup Dedy (ril/prj)

KOMENTAR