Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Bangka Barat adakan Bimtek di Hotel Pasadena...

Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Bangka Barat adakan Bimtek di Hotel Pasadena dengan Protokol Covid-19

7
BAGIKAN :

Korankite, Bangka Barat – Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Bangka Barat mengadakan Bimtek yang dilaksanakan di Hotel Pasadena Muntok. Selasa ( 23/06/2020 ).

Bimbingan Teknis tentang Perwakafan di adakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan pengamanan terhadap covid-19. Kegiatan ini dilakukan tentunya untuk memberi Ilmu kepada Peserta Perwakafan di Kabupaten Bangka Barat.

Bimbingan Teknis ini dihadiri Kabag Sosmas Bangka Barat, Sumardi Sag, Kepala Kemenag Kabupaten Bangka Barat, Syarifudin Sag M.Pdi , Kepala Badan Wakaf Perwakilan Bangka Barat, Muhlisin Sag M.Pdi dan Pemateri yaitu Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kep.Bangka Belitung DR Abd.Ghoffar Mahfuz M.hum

Ketua Badan Wakaf Perwakilan Bangka Barat, Muhlisin Sag M.Pdi dalam sambutannya mengatakan Wakaf hanya familiar di masyarakat tentang Wakaf Harta tidak bergerak seperti Tanah, Masjid, dan perkuburan. Padahal wakaf bisa juga berbentuk harta yang bergerak seperti kendaraan, uang dan lainnya.

Kata wakaf berasal dari bahasa Arab, yaitu waqf yang berarti menahan, berhenti, atau diam. Maksud dari menahan adalah untuk tidak diperjualbelikan, dihadiahkan, atau diwariskan. Menurut istilah syar’i, wakaf adalah suatu ungkapan yang mengandung penahanan harta miliknya kepada orang lain atau lembaga dengan cara menyerahkan suatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan.

Menurut UU no. 41 tahun 2004, Wakaf adalah suatu perbuatan hukum oleh pihak yang melakukan wakaf untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda atau aset miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu untuk keperluan ibadah atau kesejahteraan umum sesuai ketentuan agama Islam.

Baca Juga:  Kapolres Bangka Barat Cek Pos Operasi Ketupat Menumbing 2020

Secara hukum, wakaf tidak berbeda dengan amal jariah, yaitu menyedekahkan harta benda pribadi untuk kepentingan umum. Namun, jika dilihat dari sifatnya, wakaf tidak sekadar berbagi harta seperti kegiatan amal pada umumnya. Wakaf memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi dan mampu menjangkau lebih banyak orang.

“Masyarakat Kita lebih tahu dengan Zakat, Sedekah, padahal untuk amal yang tidak terputus Wakaf menjadi Amal jariyah kita yang tidak terputus “. Tutup Muhlisin

DR Abd.Ghoffur Mahfuz M.Hum dalam materinya mengatakan bahwa Nahzir (Orang yg mengelola) Wakaf menjadi yang sangat penting contohnya ketika Wakif (Orang yg berwakaf) mewakafkan sebidang Kebun Sawit, maka hasil dari Perkebunan sawit tersebut dapat haruslah sesuai dengan peruntukan dari ikrar wakaf misalnya untuk fakir miskin atau untuk pemeliharaan Masjid.

Subhan Wahyudi, SE yang merupakan Perwakilan Nazhir (Pengelola Wakaf) kepada media ini mengatakan bahwa pentingnya ilmu tentang wakaf ini karena ternyata wakaf ini luas pemanfaatnya.
” Kita tahunya hanya tanah wakaf, duren wakaf, padahal uang pun ternyata bisa di wakafkan. Oleh karena itu kiranya BWI perwakilan Bangka Barat kami harap bisa lebih bersosialisasi ke masyarakat”. Tutup Subhan. (An)

KOMENTAR