Bunuh Feriansyah, Romel Pragakan 17 Adegan

Bunuh Feriansyah, Romel Pragakan 17 Adegan

678
BAGIKAN :
(dag)

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG– Kepolisian Polres Pangkalpinang, menggelar rekonstruksi terhadap pelaku pembunuhan Feriansyah (30), warga Jalan Selangat, Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Rabu (24/2/2016).

Romel (30) warga Selindung Baru, pelaku pembunuhan memperagakan 17 adegan dalam rekonstruksi yang digelar ditempat kejadian perkara, di Jalan Rustam Effendi, Kelurahan Selindung, kecamatan Gabek, Pangkalpinang.

Dalam 17 adegan tersebut Romel terlibat perkelahian hebat dengan Feriansyah, lalu dirinya menyabet pisau kearah Feriansyah.

Informasi yang dihimpun korankite.com, kejadian pembunuhan itu, berawal saat adanya pertengkaran antara Feriansyah dan Romel di depan toko obat Fadil, Jalan Rustam Effendi, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek hari itu juga sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut berupaya untuk memisahkan keduanya.

Sempat menghilang sejenak dari lokasi kejadian saat kejadian, ternyata Romel kembali dengan membawa pisau yang dikeluarkan dari selipan bajunya. Sambil melayangkan sabetan pisaunya, Romel berlari ke arah Feriansyah.

Bukannya lari, Feriansyah memilih untuk tetap bentrok dengan Romel. Sehingga, paha kiri Feriansyah menjadi sasaran empuk pisau Romel. Warga setempat kembali melerai dengan menangkap Romel agar tidak menyerang korban kembali.

Baca Juga:  Wako: Anggaran Besar Sudah Siapkan Bagi Pendidikan

Melihat korban terkapar warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) untuk mendapatkan pertolongan medis. Beberapa jam, korban masih berusaha diselamatkan. Namun, pada pukul 20.00 WIB, nyawa korban melayang.

Paman korban Supriyadi (40), warga Jalan Patin, Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Taman Sari, pada Minggu (14/02/16).

Keesokan harinya, Romel berhasil diamankan oleh satuan polisi Sektor Taman Sari. Menurut Kapolsek Tamansari, kompol Nur Samsi mengatakan, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang jelas antara tersangka dan para saksi.

“Kita lakukan rekontruksi untuk mendapatkan keterangan jelas atas perbuatan pidana yang dilakukan tersangka, menyamankan antara keterangan tersangka dan para saksi dilokasi kejadian,” ujar samsi

“Tdak ada yang berbeda dari keterangan saksi dan tersangka, semua sama dengan apa yang ada di BAP kita, kurang lebih 17 adegan,” jelas Kapolsek.

Berdasarkan hasil visum yang diterima pihak kepolisian, korban benar meninggal akibat tusukan pisau.

“Sementara penyebab kematian korban dari hasil visum karena tusukan pisau,” tandasnya. (dag)

KOMENTAR