Cerita Irwansyah Mulai Dari Jual Martabak, Tiket, Jadi Walikota Hingga Calon Wagub...

Cerita Irwansyah Mulai Dari Jual Martabak, Tiket, Jadi Walikota Hingga Calon Wagub Sumsel

66
BAGIKAN :

Korankite.com, Pangkalpinang – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Selatan 2018 diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Diantara kandidat tersebut, Muhammad Irwansyah menjadi salah satu yang termuda yaitu 34 tahun. Serupa saat ia menjadi wali kota Pangkalpinang tahun 2013, di usia 29 tahun ia berhasil dinobatkan sebagai wali kota termuda se-Indonesia saat itu, mengalahkan enam pasangan calon lain, yang terpaut umur jauh.

Sebelum menjadi wali kota Pangkalpinang, Pria kelahiran Bangka, 1 Juni 1983 ini pernah menjadi pedagang martabak bangka di Jakarta. Padahal saat itu orangtuanya memiliki ekonomi yang cukup, namun ia memilih untuk tidak terbelenggu harta orangtuanya dan memilih bersikap mandiri berjualan martabak dengan nama “Martabak Sri Bunga” di persimpangan Bintaro Permai Sektor 1 pada tahun 2002. Belum satu tahun, pria lulusan Universitas Sjakhyatri Palembang ini sudah berhasil membuka empat cabang baru yakni di Sektor 9, Sektor 5, depan RS Fatmawati, dan Alfa Bintaro.

Tidak hanya berjualan martabak, usaha cuci mobil, hingga menjual tiket pesawat pernah dilakoninya. Pemesanan pesawat saat itu tidak semudah sekarang, sehingga usaha berjualan cukup diminati oleh orang-orang. Sikap gigih berjualan tiket pesawat dengan cara door to door, pada tahun 2005, dia dipindahkan ke Palembang untuk pengembangan usaha Sriwijaya Air.

Usaha dan ikhtiar saat ia berjualan pun diterapkan olehnya ketika memimpin Pangkalpinang. Di tangan sosok yang sukses membangun jalan mulus dan drainase di penjuru Pangkal Pinang melalui Program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) ini Pangkalpinang banyak mendapatkan penghargaan mulai dari tingkat local, nasional, hingga internasional. Misalnya Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia menobatkan Pangkalpinang sebagai kota yang ramah HAM untuk kali ketiga. Pemkot Pangkalpinang terus berupaya untuk mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan HAM di Indonesia.

Penghargaan lainnya pada tahun 2017 ia juga mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI, Kota Pangkalpinang mendapatkan zona hijau terkait layanan administrasi dengan predikat kepatuhan tertinggi. Penghargaan ini diberikan dalam rangka fungsi Ombusman memantau dan mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

Baca Juga:  Pengurus PKB Foto Bersama Rustam Usai Sholat Dzuhur di Masjid Jami'

Selanjutnya, ide gagasan konsep Rumah Sakit Green Hospital sebagai yang pertama di Indonesia mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kellog Innovation Network (KIN) ASEAN. Irwansyah berhasil menyabet tiga kategori sekaligus yaitu inovasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata karena mengadopsi konsep green hospital dan medical tourism.

Kemudian, pria yang mendapat gelar Dato’ Pangeran Darjah Pangeran Mahkota Palembang (DPMP) dari Kesultanan Palembang, Sultan Mahmud Badarudin III Prabu Diradja ini tidak henti menuangkan gagasannya, terutama untuk memajukan pariwisata Pangkalpinang sebagai ibu kota Bangka Belitung. Pasangan Aswari Rivai di Pilgub Sumsel ini sukses menggandeng MX GP untuk menggelar kejuaraan motocross internasional 2017 di Pangkalpinang. Pangkalpinang adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menggelar kejuaraan motorcross paling bergengsi di dunia tersebut.

Irwansyah merupakan sosok anak yang sangat menghormati kedua orang tuanya. Dia sangat yakin bahwa kesuksesan anak sangat tergantung pada restu kedua orang tuanya. Termasuk keputusannya untuk maju di pilkada Sumsel merupakan hasil doa dan dorongan orangtuanya juga.

Pria yang sedang menempuh pendidikan S3 IPDN Bandung ini pun dari awal menjabat sebagai wali kota Pangkalpinang hanya berkoitmen satu periode saja. Sebab ia memiliki keinginan mengabdi di kampung halaman sang Nenek di Kawasan 3 Ilir, Palembang. Pria yang memiliki sapaan akrab Wawan ini merupakan anak dari mantan wali kota Pangkalpinang dua periode dan sekretaris daerah Sumatera Selatan, Sofyan Rebuin. Maka dari itu, bagi Irwansyah Sumatera Selatan bukan lah hal yang baru baginya. (**)

KOMENTAR