Deddy Yulianto Minta Bupati Bangka Bijak Berkomentar

Deddy Yulianto Minta Bupati Bangka Bijak Berkomentar

60
BAGIKAN :

*Jangan Cuma Dengar Sepihak*

Korankita.com, Sungailiat – Menanggapi komentar Bupati Bangka, Mulkan yang mengatakan tidak tinggal diam soal perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto dan pedagang kios di Taman Sari Sungailiat terkait keributan yang terjadi. Deddy Yulianto meminta agar Pak Bupati tersebut bisa berkomentar dengan bijak.

Deddy menegaskan, sebaiknya sebagai Bupati, Mulkan jangan hanya mendengar pernyataan sepihak saja mengenai kenaikan harga sewa kios.

Informasi dari pengelolah kata Deddy,  kenaikan berdasar antara lain, dikarenakan ada pajak yang masuk ke negara, penambahan lampu hias agar susana terlihat indah di malam hari, selain itu juga diadakannya hiburan rakyat setiap malam minggu.

Semua ini lanjut Deddy untuk menghidupkan kota Sungailiat, untuk membeli solar buat penerangan ketika mati lampu, karena pengeolah semuanya mandiri dari bayar listrik, kebersihan, perawatan, keamanan, semua pihak pengelolah yang mengeluarkan dilakukan untuk daya tarik pusat kuliner di kota Sungailiat.

“Beda halnya dengan taman kota yang di bangun oleh pemerintah Kabupaten Bangka di Exs terminal, semua menggunakan uang rakyat dari listrik, kebersihan, keamanan, perawatan dan lain-lainnya semua pakai APBD.

Mestinya kata Deddy, karena Plaza Taman Sari merupakan area publik, Pemda Bangka membantu dan menSupport sperti penerangan lampu jalan, lampu taman, kebersihan dan keamanan bukan gara gara satu dua orang pedagang yang tidak konsisiten semua disamaratakan.

Baca Juga:  Dipecat, Guru Honorer Lapor Ke DPRD

Menurut Deddy, sah-sah saja sebagai kepala daerah Bupati berkomentar, namun yang ingin ia sampaikan kapasitas dirinya ke lokasi diminta untuk membantu memediasi pengrusakan gembok oleh oknum penyewa.

“Wajar saja kalau saya selaku wakil rakyat dan selaku dewan pembina asosiasi pedagang kecil memediasi persoalan ini,” ucapnya.

Deddy menambahkan, dari 27 kios yang ada, sebanyak 25 kios sudah setuju dengan kenaikan yang ditetapkan dan sudah melakukan pembayaran. Akan tetapi hanya 3 orang penyewa yang tidak setuju dan itupun mereka selalu melakukan pembayaran telat.

” Yang lain bayarnyavtepat waktu, mereka tiga orang ini sudah sering telat membuat provokasi lagi sial kenaikan sewa kios, kalau mereka merasa berat ya silakan pindah, kenapa harus melapor kesana kemari,” ungkap Deddy.

Tindakan ini kata Deddy tidak fear bahkan sampai melakukan pengrusakan dan membuat video yang di viral kan seolah olah meminta simpati dari masyarakat bahkan dari bupati Bangka dengan cara memfitnah.

Faktanya tidak seperti itu, oleh karena itu kami minta oknum yang sengaja merekam, merekayasa, mendistribusikan dan menyebarluaskan video tersebut segera di tindak lanjuti, jadi jangan gara gara segelintir oknum disamaratakan seolah olah semua tidak setuju. Sebab kenaikan jargabsewa kios ini sudah dilakukan pemberitahuan dan rapat. (aina)

KOMENTAR