Disbudpar Babel Gelar Penyusunan Paket Destinasi Pariwisata

Disbudpar Babel Gelar Penyusunan Paket Destinasi Pariwisata

97
BAGIKAN :
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) menggelar kegiatan Penyusunan Paket Destinasi Pariwisata, di Hotel Bangka City, Senin (1/4/2019). (babelprov.go.id)

Korankite.com, Pangkalpinang — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) menggelar kegiatan Penyusunan Paket Destinasi Pariwisata, di Hotel Bangka City, Senin (1/4/2019).

Kepala Disbudpar Babel, Rivai menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi berdampak pada pembangunan kepariwisataan.

“Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0, bahkan di negara lain ada yang sudah sampai 5.0. Hampir semua aspek mengalami transformasi menuju digital industri, seperti penggunaan platform digital. Mulai dari pengembangan destinasi, pemasaran, hingga pengelolaan kelembagaan pariwisata,” jelas Rivai dalam sambutannya.

Rivai mengatakan bahwa baik atraksi maupun daya tarik wisata saat ini dituntut bersifat instagramable.“Saat ini, semua atraksi atau daya tarik wisata dituntut harus memiliki nilai instagramable, atau dengan kata lain harus bisa atau layak untuk dibagikan ke profile instagram dalam bentuk foto atau pun video. Hal ini berkembang di hampir semua destinasi di seluruh dunia dan berlaku di semua aplikasi media sosial,” katanya.

Baca Juga:  Pemulihan Pasca Banjir Belitung dan Beltim, Kemensos Gelontorkan 2,72 M

Sementara Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Disbudpar Babel menjelaskan bahwa keterpaduan merupakan prinsip utama dalam pembangunan pariwisata. “Ada hal yang paling penting untuk tetap dipahami, yaitu prinsip utama dalam membangun atau mengembangkan pariwisata adalah keterpaduan.

Oleh karena itu, hari ini kami mengumpulkan berbagai elemen dalam rangka menyusun atau mengembangkan paket wisata,” jelas Rusni. Rusni juga menambahkan bahwa pembangunan kepariwisataan harus berpedoman pada aturan yang berlaku. “Perlu saya sampaikan juga bahwa ada koridor-koridor yang sudah ditetapkan menjadi pedoman pembangunan kepariwisataan, baik di tingkat nasional mau pun provinsi, dan kabupaten/kota.

Untuk provinsi ada Perda No. 7 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2016-2025,” tambahnya. 30 orang peserta yang diundang pada kegiatan berasal dari instansi pemerintah, pengelola daya tarik wisata, dan biro perjalanan yang ada di beberapa kabupaten/kota di Pulau Bangka. (bbaelprov.go.id)

KOMENTAR