Geledah Gudang Timah, Aparat Dihadang Massa

Geledah Gudang Timah, Aparat Dihadang Massa

182
BAGIKAN :
Aparat kepolisian dari Polda Babel dihadang massa saat hendak menggeledah gudang timah milik Pidot di Dusun Sarang Ikan, Desa Lubuk Lingkuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa siang. (ft:ist)

Ratusan warga berusaha menghalangi niat aparat. Suasana memanas dan aparat memilih mundur

KORANKITE.COM, LUBUK BESAR — Jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mengamankan pasir timah ilegal seberat 7.786 kilogram, dari sebuah gudang timah yang terletak di Dusun Sarang Ikan, Desa Lubuk Lingkuk, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (21/02/2017).

Pasir timah itu diketahui milik H. Supidi alias Pidot, seorang kolektor pasir timah di wilayah setempat. Pengungkapan kasus penampungan pasir timah ilegal ini, sudah diselidiki aparat satu pekan sebelumnya. Bahkan, aparat melakukan pengintaian dan bermalam di sekitar areal kediaman tersangka Pidot.

Saat hendak digeledah, ratusan warga berusaha menghalangi niat aparat. Alhasil, suasana kala itu memanas, dan aparat memilih mundur.

Mendapat kabar ini, Kapolda Kepulauan Babel, Brigjen Pol Anton Wahono langsung menuju lokasi menggunakan helikopter. Proses mediasi yang dilakukan Kapolda didampingi Kapolres Bangka Tengah AKBP Frenky Yusandhy dengan masyarakat membuahkan hasil. Warga akhirnya dapat menerima tindakan hukum aparat, menggeledah kediaman Pidot.

Baca Juga:  Terkait Lingkungan, LSM Gempa Babel Akan Temui Kapolda

Kapolda Kepulauan Babel, Brigjen Pol Anton Wahono melakukan mediasi dengan warga, meminta warga tenang dan tidak menghalangi upaya penegakan hukum aparat menggeledah gudang timah milik tersangka Pidot. (ft:ist)

Sayang, tersangka Pidot sudah terlebih dahulu melarikan diri. Namun, dari gudang timah yang terletak di belakang rumah tersangka, aparat menemukan 6.102 kilogram pasir timah. Dan di bagian dapur rumah tersangka diamankan 1.684 kilogram pasir timah yang sudah dimasukkan kedalam karung.

Pasir timah ini kemudian dibawa ke Mapolda Kepulauan Babel untuk dijadikan barang bukti. Polisi juga mengambil keterangan dari 2 orang warga setempat sebagai saksi.

Setidaknya, penggerebegan kali ini menurunkan 2 SSP (Satuan Setingkat Peleton) dari Brimob dan Polda Babel, ditambah personel dari Polres Bangka Tengah. Saat ini, kondisi di lokasi penggerebegan sudah pulih dan kondusif. (mg86)

Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Frenky Yusandhy berdialog dengan warga, dan meminta tidak melakukan tindakan anarkis, saat penggerebegan gudang timah milik tersangka Pidot. (ft:ist)
KOMENTAR