Gubernur : Bukan Tekanan Tapi Kewenangan Pusat

Gubernur : Bukan Tekanan Tapi Kewenangan Pusat

822
BAGIKAN :
Foto Dokumentasi Saat Massa Kontra Mengusir KIP di Teluk Kelabat Beberapa Waktu Lalu (foto: FZR)

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi mengaku sudah maksimal melakukan penghentian sementara operasi produksi Kapal Isap Produksi (KIP) di Teluk Kelabat, Belinyu. Dirinya juga membantah kalau pencabutan surat penghentian sememtara operasi KIP tadi karena tekanan pengusaha. Dirinya pun tidak pernah mencabut surat penghentian sementara KIP, namun karena memang bukan kewenangan dirinya sebagai pembuat izin.

Ini disampaikan Rustam, Senin (15/3) malam usai acara Salam Kenal Pamit Kapolda Babel di Ballroom, Novotel. Menurutnya memang upaya dirinya mengakomodir keinginan masyarakat yang kontra terhadap KIP hanya bisa melakukan penghentian sementara KIP di Teluk Kelabat. “Kalau yang mengeluarkan izin bukan saya, jadi bukan kewenangan saya mencabut izin. Tolong masyarakat mengerti itu, jadi itu kewenangan Menteri ESDM,” terang Gubernur.

Dia pun juga memastikan telah melakukan upaya – upaya dalam rangka mengakomodir keinginan masyarakat kotra KIP. Bahkan dia pun membantah ada mencabut surat penghentian sementara tadi. Terlebih sampai ada kabar dirinya mendapat tekananan dari para pengusaha KIP yang ingin beroperasi di Teluk Kelabat. “Boleh tanya apa ada saya dapat uang dari pengusaha itu, apalagi ditekan, kita tidak bisa ditekan – tekan,” sambung Gubernur.

Baca Juga:  Siswa-Siswi Taekwondo Taktic Club Lakukan Penyematan Sabuk

Sedangkan kemarin, pukul 13.30 WIB, KIP Gelasa dan Niom II pun meninggalkan perairan Terentang, Belinyu. Itu terjadi setelah 25 orang warga kontra, menggunakan 8 perahu mendatangi dua KIP yang beroperasi produksi tadi, keberangkatan mereka sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya massa pukul 10.00 WIB meminta Kapolsektif Belinyu, Kompol Joko Triono menghentikan operasi hanya saja menurut Kapolsektif bukan kewenangan dirinya menghentikan operasi tadi. Tidak puas massa pun diantaranya Hanif, Ceduk, Cakman, Tobi dan Sanusi sempat mendatangi Kantor Lurah Air Jukung. Di kantor Lurah mereka memberitahukan terkait beroperasinya dua KIP tadi. Karena tidak ada tanggapan yang memastikan itulah mereka mendatangi langsung KIP tadi. (FZR)

KOMENTAR