Gubernur : Manfaatkan Bantuan Permodalan ke Petani dengan Baik

Gubernur : Manfaatkan Bantuan Permodalan ke Petani dengan Baik

19
BAGIKAN :
Launching penyaluran kredit budidaya tanaman singkong dari bank BNI ke petani kemitraan PT Sinar Baturusa Prima, di kabupaten Bangka. (ist)

Korankite.com, Puding Besar — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengapresiasi penyaluran permodalan bagi para petani kemitraan budidaya tanaman singkong kasesa yang ada di Desa Puding Besar Kabupaten Bangka.

Seperti yang diungkapkan gubernur dalam kegiatan launching penyaluran kredit budidaya tanaman singkong dari bank BNI ke petani kemitraan PT Sinar Baturusa Prima, Rabu (07/08/ 2019) di Kabupaten Bangka.

“Untuk membantu petani sekarang pemerintah memberikan bantuan seperti pemberian bibit secara gratis kepada petani seperti pada tahun 2017 Pemprov menyalurkan bantuan bibit sebanyak 3 juta bibit, tahun 2018 meningkat 4 juta bibit dan di tahun 2019 ini 2.500 juta bibit dan di tahun 2020 diprogramkan penyaluran bibit 6 juta bibit, selain bibit pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa pupuk sebanyak 5 kg untuk sekali tanam, bahkan sekarang pemerintah juga menyalurkan pupuk khusus lada dan bantuan penyediaan junjung, artinya jika dikalkulasikan nilai bantuan untuk bantuan pertanian itu senilai  Rp 70.000/batang, jadi manfaatkan secara baik,” papar Gubernur.

Bantuan yang bersumber dari program pemerintah maupun dari program kredit perbankan tersebut, diharapkan dapat membantu petani dari sisi permodalan.

“Bantuan –bantuan seperti bantuan bibit pertanian dan perkebunan dari pemerintah maupun modal tersebut, untuk membantu mengurangi beban modal para petani sehingga saya harapkan petani dapat lebih semangat dalam menjalankan usaha pertanian”, lanjut Gubernur.

Dikatakan Gubernur, pemerintah mendorong bantuan usaha yang diberikan untuk dimanfaatkan dalam menjalankan usaha diversifikasi tanaman pertanian dan perkebunan. Melalui penyaluran bantuan permodalan KUR kepada petani seperti halnya usaha pertanian singkong kasesa dimaksudkan untuk membantu para petani agar dapat memperoleh keuntungan saat beberapa komoditi-komoditi pertanian dan perkebunan mengalami mengalami fluktuasi harga.

Baca Juga:  Geledah Gudang Timah, Aparat Dihadang Massa

“Sebagai contoh komoditi unggulan seperti lada jangan ditinggal, namun ada komoditi pertanian dan perkebunan lain yang dapat dikembangkan sebagai upaya antisipasi saat beberapa komoditi perkebunan mengalami penurunan, ada hasil perkebunan dan pertanian lain yang dapat diperoleh petani”, ungkap Gubernur.

“Jadi kami sudah berdiskusi dengan pihak pemilik pabrik (red: investor) bagaimana caranya agar masyarakat dapat terbantu dengan adanya pabrik pengolahan singkong kasesa ini dan mendukung peningkatan produktifitas singkong kasesa dari petani, dan ini satu solusi yang diupayakan ini ada KUR (red: kredit usaha rakyat dari perbankan) dari BNI dan saya ucapkan terima kasih atas disalurkannya bantuan ini”, tutur Gubernur.

Adapun keuntungan yang didapatkan dari hasil pengolahan budidaya singkong kasesa diantaranya selain diolah untuk bahan pangan seperti tepung tapioka, juga dapat diolah menjadi bahan bakar seperti arang atau briket, plastik yang ramah lingkungan dan lainnya.

Hadir pada siang itu Kepala Dinas Kehutanan Prov.Kep.Babel dan jajarannya , owner pabrik pengolahan singkong kasesa PT. Sinar Baturusa Prima,  Pimpinan Bank BNI, dan para petani singkong kasesa Desa Puding. (*)

KOMENTAR