Gubernur: PT Timah Harus Usulkan Amdal PIP Baru

Gubernur: PT Timah Harus Usulkan Amdal PIP Baru

501
BAGIKAN :
Ponton Isap Produksi (PIP) (foto: net)

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG – Terkait aktivitas Ponton Isap Produksi (PIP) di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk di laut. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi mengharapkan bisa menjadi pola pembinaan terhadap rakyat penambang yang selama ini beroperasi di laut. PT Timah Tbk pun diminta mengusulkan analisa dampak lingkungan (amdal) baru untuk PIP tadi, karena merupakan syarat wajib agar bisa menambah unit PIP. Tujuan Gubernur agar masyarakat dapat terakomodir dan terhindar dari razia serta penertiban saat beroperasi.

Ini disampaikan Gubernur Babel, Rustam Effendi kepada korankite.com. Dia pun meminta agar PT Timah Tbk mengajukan kembali usulan amdal PIP tadi. Karena saat ini baru ada 45 unit di wilayah Bangka Tengah (Bateng), 70 di wilayah Bangka Selatan (Basel), 107 di wilayah Bangka dan 138 di wilayah Bangka Barat (Babar). “Kita minta juga minta kepolisian untuk menjaga biar timahnya jangan diambil oleh orang lain. PT Timah juga harus beli dengan harga yang bagus dan dituangkan secara tertulis,” tambah Gubernur.

Baca Juga:  Polsek Mentok Bekuk Penjual Arak

Sedangkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Babel, Ferry Afriyanto memastikan. Jumlah amdal yang dikeluarkan mereka berdasarkan usulan PT Timah Tbk. Makanya apabila ada keinginan mengoperasikan 1.144 PIP di 4 Kabupaten tadi, maka harus merubah rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB). “Harus merubah RKAB yang dilaporkan juga ke Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi Babel), jumlah amdal yang kita keluarkan sesuai dengan ajuan PT Timah,” jawab mantan Kepala Distamben Babel dan Kabupaten Bangka ini.

Gubernur pun berharap agar dengan keluarnya amdal baru yang diusulkan kembali oleh PT Timah Tbk. Akan dapat menjadi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel memperbaiki sistem penambangan oleh rakyat Babel di laut. Karena kesinambungan penambangan oleh rakyat masih mempengaruhi perekonomian Babel. “Kita tuh maunya berkesinambungan, kita akan membina rakyat saya yang menambang dengan cara memperbaiki alat kerj. Mereka lahir dan besar di sini, masak dibilang ilegal jadi harus kita bina,” terang Rustam. (FRZ)

KOMENTAR