Indonesia Tanpa Target di Indo MXGP 2017

Indonesia Tanpa Target di Indo MXGP 2017

204
BAGIKAN :
Manajer Tim Motocross Merah Putih, Frans Tanujaya. (ft:mg)

Kalau target berat ya, tapi minimal kita punya pengalaman bermain di level dunia.

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG — 14 kroser Indonesia yang tergabung dalam Tim Merah Putih dipastikan turun di tiga kelas ajang INDO MXGP 2017, yang mulai berlangsung hari ini hingga besok di Pangkalpinang, provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

14 kroser tersebut terdiri dari 5 kroser di kelas utama MXGP, 6 orang di kelas MX-2 dan tiga orang di kelas WMX (Women Motocross).

Nama-nama tenar yang sudah malang melintang di ajang balapan motocross nasional, diturunkan dalam kegiatan ini seperti Mario Salantohe, Josua Pattipi, M. Arjun Wicaksono, Ivan Harry Nugroho, Asep Lukman, Rizky Haka, Aldi Lazaroni dan kroser muda berusia 15 tahun Delvintor Alfarizi.

Sedangkan untuk kelas WMX, Suci Mulyani dan Sheva Anella Ardiyansyah yang merupakan putri dari pembalap senior Iwan Ardiyansyah, menjajal kemampuan di ajang bergengsi ini.

Manajer Tim Merah Putih, Frans Tanujaya mengatakan, pihaknya tidak memasang target khusus kepada pembalap.

“Ini event dunia, kita tuan rumah, harusnya membawa pengaruh yang baik bagi pembalap Indonesia bisa bermain di level tingkat dunia. Kalau target berat ya, tapi minimal kita punya pengalaman bermain di level dunia. Memang sudah 20 tahun kita tidak mengikuti kejuaraan dunia, memang jauh kelasnya,” ujar Frans.

Baca Juga:  Gubernur Siap Suport Wako Gelar MX GP

Menurut Frans, meski tetap mengharapkan keajaiban mengingat faktor cuaca hujan yang dipandang menguntungkan bagi kroser Indonesia, melalui ajang ini para crooser tanah air diharapkan dapat menambah jam terbang.

“Kalau cuaca, untuk pembalap Indonesia sudah biasa, tapi bagi pembalap luar memang cukup bermasalah. Ini terjadi waktu kejuaraan di Asia tahun kemarin di Thailand, banyak pembalap luar yang terganggu. Kondisi cuaca membantu lah pembalap kita,” ungkap Frans.

Frans menambahkan, ajang internasional ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi pembalap lokal dengan melihat bagaimana kemampuan dan skill pembalap kaliber dunia di event yang sangat langka ini.

Terlebih Indonesia dalam hal ini Pangkalpinang menjadi tuan rumah yang diharapkannya menjadi pemicu lahirnya pembalap asal Bangka Belitung, baik di kancah nasional maupun internasional. (mg86)

KOMENTAR