Kak Seto Hibur Anak-Anak Korban Banjir

Kak Seto Hibur Anak-Anak Korban Banjir

745
BAGIKAN :
Seto Mulyadi (ist)

KORANKITE.COM – Komisi Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendatangi korban banjir yang menlanda Kota Pangkalpinang beberapa hari yang lalu, kedatangan mereka ingin menghibur korban banjir khususnya anak-anak.

Komnas Anak bekerja sama dengan Yayasan Peluk Anak Dunia (YPAD) Jakarta dan dibantu oleh Lembaga Perlindungan Anak Babel serta Yayasan Nur Dewi Lestari (YNDL), telah melakukan rapid assessment sekaligus psikososial dengan cara aneka mainan dan bernyanyi dengan anak-anak korban banjir.

Tim Komnas Anak dan YPAD Jakarta langsung dipimpin oleh Dr Seto Mulyadi (Kak Seto) sebagai pembina, Samsul Ridwan Sekjen dan Henny Hermanoe serta Elden sebagai relawan. Sementara LPA Babel dan YNDL terdiri dari Nurmala Dewi Hernawati dan Aulia Suaibah.

“Memang kami agak terkejut dengan bencan yang telah melanda pangkalpinang makanya kami kesini, sambil kami juga mau belajar optimisme dan juga semangat juang dari warga pangkalpinang. Karena saya mendengar keadaan masyarakatnya walaupun sedang terkena musibah akan tetapi masih tetap tersenyum tetap bekerja dan ini juga sebagai pembelajaraan untuk daerah lain. Selama 2 hari kami akan mengunjungi, mengajak bermain anak-anak dibeberapa titik posko pengungsian di pangkalpinang dan kabupaten Bangka,” kata Kak Seto, Minggu (14/2).

Lanjutnya, akibat banjir yang telah mengakibatkan kerusakan di sebagian besar wilayah Bangka sangat merugikan masyarakat, terutama bagi kelompok yang rentan seperti yang disebutkan UU Penanggulangan Bencana yang terdiri dari orang tua, ibu dan anak-anak.

Baca Juga:  HUT RI 72, Endang Ajak Bangun Pangkalpinang Same Same

“Melihat masyarakat Pangkalpinang yang sangat tegar dalam menghadapi benca akan kami bagikan pengalaman tersebut kepada generasi muda ditempat-tempat lain,di dalam menghadapi apapun seharusnya juga tetap dengan rasa sukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, menurut data yang diterimanya di Kota Pangkalpinang, hampir 7 kecamatannya terendam banjir. Akibatnya ananak-anak tidak bisa bersekolah, kesehatannya terganggu, makan seadannya dan menjadi pengungsi kemungkinan ada rasa ketakutan yang masih tersembunyi “trauma” dalam diri anak.

“Jadi saya nanti akan menghibur untuk anak-anak  yang ada dipengungsian dan juga kami akan melihat kondisi sekolah dan sebagainya sapa tahu bisa kami laporkan kepusat, saya harap kepada seluruh masyarakat korban banjir dapat bersabar khususnya anak-anak, mereka se harusnya mendapatkan perlindungan yang paling dasar,” jelasnya.

Menurutnya, tim yang telah mereka bentuk akan bertemu dengan beberapa pihak serta pemerintah daerah untuk mencari solusi terhadap kemungkinan dampak yang anak dialamai oleh anak akibat banjir tersebut, semua temuan akan di rumuskan dalam bentuk rekomendasi. Yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Kami menghimbau kepada semua pihak, baik daerah maupun pusat supaya ini menjadi program prioritas utama karena persoalan anak-anak ini sangat penting dan kami juga meminta kepada semua pihak terkait agar memperlakukan anak-anak korban banjir dengan sangat hati-hati, agar tunas muda ini tetap terlindungi dan terpenuhi hak-haknya meskipun dalam situasi bencana,” tukasnya.

KOMENTAR