KN Alugara Mengamankan Kapal Isap Produksi Wilayah Laut Penganak

KN Alugara Mengamankan Kapal Isap Produksi Wilayah Laut Penganak

59
BAGIKAN :

Korankite.com, Bangka Barat – Melakukan pelangaran Kapal Isap Produksi (KIP) yang beroperasional di wilayah laut Penganak Desa Air Gantang Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat diamankan oleh KN Alugara, dari Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PLP) kelas I Tanjung Priok. Sabtu 17 Oktober 2020

Pengamanan pada Kamis lalu (15/10/2020) Sebanyak 6 unit Kapal yang diamankan, Kapal Isap Pertambangan (KIP) dengan inisial   OCT I, KIP PAR 999, KIP NIY  T, KIP NIY T 3, KIP CIN, KIP INT I.

Dimana kapal tersebut telah melanggar dokumen persyaratan kapal yang sudah kadaluarsa.
1. Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang
2.Sertifikat Nasional Pencemaran Dari Kapal
3. Sertifikat Keselamatan Kapal  Perlengkapan Kapal Barang
4. Pengawakan Tidak Sesuai dengan ketentuan Safe  Manning
5. Surat Rencana Pola Trayek (RPT)
6. Sertifikat Nasional Garis Muat  Kapal Sementara
7. Surat Ukur tidak ada tidak memilik nakhoda di atas kapal.

8. Dokumen pekerja asing  sudah kadaluarsa, seperti Surat Ijin Tinggal, Surat Ijin Kerja Pekerja Asing, Buku Pelaut kadaluarsa serta IMTA yang tidak ada.

Pada pemeriksa kapal dilarang untuk beroperasi dan tetap di perairan. Pada Jumat (17/10/2020) terdapat beroperasi kapal KN Alugara diamankan KIP PAR 999, kerana melakulan aktivitas bongkar timah di pantai Dusun Penganak.

Baca Juga:  Pemkot Giatkan Patroli Sosial

Awak media berusaha mencoba menghubungi Komandan KN Alugara, Putu Cahyani, untuk menanyakan terkait adanya aktivitas dilakulan kapal KIP Par 999 telah diperbolehkan untuk melakukan aktivitas bongkar muatan. Ketikan dikonfirmasi aktivitas bongkar muatan yanv dilakukan KN Alugara tersebut Putu Cahyani enggan memberikan jawaban

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah KIP tersebut, Menurut UU Pelayaran no 17 tahun 2008, kapal dinyatakan layak untuk ber operasi apabila sudah dilengkapi dengan sertifikat Keselamatan Kapal, sertifikat pencemaran dari kapal, sertifikat Garis Muat dan pemuatan, Gross Akta, Surat Laut/Pas Besar/Pas Kecil/Pas Sungai dan danau, sertifikat Manajemen Keselamatan dan Pencegahan Pencemaran dari Kapal serta Sertifikat Manajemen Keamanan Kapal yang sesuai dengan daerah pelayarannya.

Namun Kapal-kapal tersebut masih bisa beroperasional dan mendapatkan surat izin berlayar dari Kantor Syahbandar dan Otoritas pelabuhan setempat.

Awak media tetap berupaya konfirmasi terhadap pihak KSOP Mentok (ril)

KOMENTAR