Kolektor sebabkan Ilegal mining tetap Eksis

Kolektor sebabkan Ilegal mining tetap Eksis

204
BAGIKAN :

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG – Penggrebekan terhadap kediaman salah satu kolektor timah di Lubuk Besar Bangka Tengah H Supidi, yang langsung dipimpin oleh Kapolda Bangka Belitung beberapa waktu lalu, merupakan tindak lanjut atas pernyataan Kapolda beberapa waktu lalu, yang mengatakan, akan menindak tegas para pelaku ilegal mining yang melakukan kegiatan penambangan di kawasan lindung dan kawasan konservasi.

“Langkah hukum yang dilakukan oleh Polda Babel ini, dalam rangka menekan aktifitas ilegal mining, yang sudah terjadi secara masif di Bangka Belitung selama ini,” ungkap Pengamat Pertimahan, Bambang Herdiansyah

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan para kolektor timah ini, telah membuat praktek penambangan timah ilegal di Bangka Belitung dapat tetap eksis hingga saat sekarang ini.

“Sebab tidak akan mungkin tambang-tambang timah ilegal ini, dapat tetap bertahan tanpa kehadiran pihak yang berperan sebagai pembeli dan penampung pasir timah yang berasal dari kegiatan pertambangan timah tanpa izin,” ungkap Bambang

Jika aparat hukum terus melakukan penangkapan terhadap semua kolektor timah yang sudah dipastikan berada dibalik praktek pertambangan timah ilegal.Maka akan dapat dipastikan para pelaku akan menghentikan aktifitasnya penambangannya. Karena tidak ada lagi pihak yang akan membeli atau menampung hasil produksi pasir timah mereka.

“Pasir-pasir timah dibeli oleh para kolektor ini, ada yang dijual kepada perusahaan-perusahaan timah yang ada di Bangka Belitung, untuk dijadikan bahan baku produk timah. Modus yang digunakan untuk meloloskan agar produk timah yang menggunakan bahan baku yang berasal dari kegiatan ilegal mining ini dapat diekspor. Dengan memanipulasi dokumen Laporan Surveyor (LS), Seperti kasus yang pernah diungkapkan oleh Polda Babel beberapa waktu lalu. Yang awalnya menduga telah terjadi manipulasi terhadap isi Laporan Surveyor (LS) dokumen menyangkut ketelusuran asal usul bahan baku produk timah yang akan diekspor,” sebutnya

Baca Juga:  Geledah Gudang Timah, Aparat Dihadang Massa

“Dimana isi Laporan Surveyor (LS) menyangkut asal usul bahan baku produk timah yang akan diekspor ini, menyatakan bahan baku produk timah yang akan diekspor tersebut, berasal dari wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) perusahaan pengekspor,” aebutnya lagi

Menurut Bambang, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Babel saat itu, akhirnya dapat mengungkapkan bahwa dokumen LS tersebut benar dimanipulasi, dan ditemukan bukti bahwa bahan baku produk timah yang akan diekspor, didapatkan dengan cara membeli melalui kolektor timah bukan diperoleh dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) perusahaan pengekspor.

“Kita semua berharap langkah yang dilakukan oleh Kapolda Babel beserta jajarannya ini, dapat mengurai persoalan carut marut pertambangan timah yang sudah terjadi selama ini,” tutupnya

(Rel/prj)

KOMENTAR