Lulusan NFS Harus Mampu Menjawab Tantangan

Lulusan NFS Harus Mampu Menjawab Tantangan

428
BAGIKAN :
Gubernur Kepulauan Babel, Rustam Effendi memasang wing kepada wisudawan Nam Flying School. ft:4wd/kodok

Kita harus mempersiapkan tenaga yang ahli di bidangnya agar mampu bersaing ditengah tengah percepatan dan perkembangan teknologi.

Korankite.com, Pangkalan Baru — Nam Flying School (NFS) salah satu anak usaha Sriwijaya Group yang bergerak di bidang pendidikan penerbangan, mewisuda 59 orang penerbang. Wisuda yang dilangsungkan di Novotel Convention Center, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Rabu (28/9) dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dalam kesempatan ini Gubernur disambut para pilot NFS dengan salam komando. Gubernur datang didampingi Kapolda Babel, Danrem, dan pemilik Sriwijaya Air. Direktur PT.Nam Flying School, Fandy Lingga mengatakan NFS sudah meluluskan sebanyak 243 penerbang, dari 10 Juni 2010 yang lalu, “pada hari ini kita melantik 59 siswa angkatan IX dan X tahun 2016,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hampir 80% lulusan NFS sudah terserap di beberapa maskapai penerbangan nasional dan yang paling banyak digunakan Sriwijaya Air. Pada tahun 2017 nanti NFS akan mendidik para tenaga tenaga radar kontrol radio komunitas untuk memenuhi kebutuhan penerbangan nasional dan mengharapkan doa kepada masyarakat agar bisa segera terlaksana.

“Kami akan mendidik tenaga radar kontrol radio komunitas dan akan terlaksana pada tahun 2017 nanti,” tuturnya.

Fandy mengungkapkan rasa bangga kepada siswa siswi NFS yang telah melaksanakan program pendidikan selama satu tahun dan prestasi yang sudah didapatkan. Juga menyampaikan permohonan maaf kerena baru sekarang bisa melakukan wisudawan bagi siswa angkatan IX dan X.

Baca Juga:  Lagi, Penambang Jadi Korban Tanah Longsor

“Ini baru awal dari babak pertama dari perjalanan yang panjang menghadapi tantangan di dunia penerbangan,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Rustam Effendi mengungkapkan bahwa ini adalah awal dari tugas yang mulia dalam meningkatkan mutu tenaga penerbangan yang akan mengisi pembangunan di negeri ini, “Ini babak baru bagi para lulusan Nam flying school untuk menjalankan tugas mulia” ungkapnya.

Dalam rangka menghadapi tantangan dan proses pembelajaran dalam mempersiapkan tenaga yang profesional dibidangnya ditengah tengah percepatan dan perkembangan teknologi yang cepat kita harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi di era globalisasi dan persaingan teknologi.

“Kita harus mempersiapkan tenaga yang ahli di bidangnya agar mampu bersaing ditengah tengah percepatan dan perkembangan teknologi,” pinta Rustam Effendi kepada lulusan NFS.

Ia juga menambahkan bahwa ini menjadi sejarah tersendiri bagi para orang tua siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara. Tak lupa, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Hendri lie dan Chandra lie yang telah berkenan mendirikan sekolah penerbangan di Babel.

“Ini akan menjadi kebanggaan bagi keluarga dan negara dan terimakasih banyak kepada Hendri dan Chandra lie,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Gubernur menyempatkan diri untuk menyalami dan berfoto bersama para alumni NFS sebagai kenangan kenangan bahwa Gubernur Babel mendukung adanya sekolah penerbangan di Babel. (4wd)

KOMENTAR