Mendikbub: 2023 Tak Ada Lagi Honorer Guru

Mendikbub: 2023 Tak Ada Lagi Honorer Guru

67
BAGIKAN :

Korankite.com, Pangkalpinang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy mengatakan guna mengatasi penumpukan Guru honorer di sekolah negeri yang saat ini berjumlah 736.000 (tujuh ratus tiga puluh enam ribu) akan ada penerimaan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK atau CP3K) khusus untuk honorer K2.

Selain itu Mendikbud juga menyinggung guru honorer harus berusaha keras agar lulus tets, menurutnya penerimaan kali ini sudah sangat sepesial.

“Itu sudah disiapkan untuk CPPPK yang honorer k2 dengan jumlah 155.000 kira-kira, kalau sudah dilindungi seperti itu juga nggak lulus, sudah kebangetan, sudah tidak cocok jadi guru, tidak boleh demo lagi” kata Muhadjir Effendy pada acara peresmian Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Kepulauan Bangka Belitung. Kamis (31/1/2019) siang.

Dirinya mengatakan saat ini Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang membicarakan hal tersebut, dan penerimaan direncanakan akan di buka Februari atau Maret 2019.

“Insyaallah pada Februari Maret nanti akan ada penerimaan calon PPPK, baik dari guru dan selain guru, tapi yang paling banyak Guru, sekarang ini sudah kita persiapkan oleh Kemenpan RB, nanti akan ada pendaftaran. Siapa yang ikut?? Ini diikuti untuk sementara ini khusus honorer, tidak untuk umum. kenapa?? kalau dibuka untuk umum nanti takutnya yang honorer ini kalah dengan yang baru lulus sekolah” ucapnya

Baca Juga:  Hadapi Natal, Polres Babar Lakukan Rakor Lintas Sektoral

Selanjutnya Mendikbud RI ini mengatakan pihaknya menargetkan tahun 2023 tidak ada lagi guru-guru honorer disekolah, karena menurutnya Guru honorer itu adalah guru yang seharusnya mengantikan guru yang sudah pensiun atau meningal dunia juga yang mengundurkan diri. Dan ia meminta pemerintah tidak lagi merekrut guru honorer baru.

“Permasalah honorer yang berjumlah 736.000 ini akan diselesaikan sampai tahun 2023, dengan cara mengikuti UU ASN yang ada dua tipe pegawai yaitu PNS dan PPPK. Untuk guru honorer bisa menempuh dua jalur itu dengan mengikuti tes” ujarnya.

“Sekali lagi saya mohon, pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tidak mengangkat guru honorer lagi, setelah permasalahan guru honorer ini selesai, rekrutmen guru harus dengan cara yang normal, yaitu kompetisi terbuka jadi siapa yang memang berkualitas bisa jadi guru dan dengan itulah akan terrekrut guru-guru yang berkualitas” tambahnya. (SBH)

KOMENTAR