Mendikbud RI Beri Penjelasan Tentang Honorer Guru

Mendikbud RI Beri Penjelasan Tentang Honorer Guru

23
BAGIKAN :

Korankite.com, Muntok – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof Dr Muhadjir Effendy, membeberkan penyebab negara kita Indonesia kekurangan guru pendidik dan ia juga meminta pemerintah provinsi kabupaten/kota sampai kepala sekolah tidak melakukan lagi penerimaan (rekrut) guru honorer baru.

Pernyataan tersebut diungkapkan Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada peresmian Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat, Kamis (31/1/2019) siang.

Pertama Mendikbud itu menjelaksan mereka mencatat sekarang ini ada 3.017.000 (tiga juta tujuh belas ribu) guru yang bekerja di sekolah-sekolah negeri di seluruh Indonesia, dan ada sebanyak 736.000 (tujuh ratus tiga puluh enam ribu ) diantaranya adalah Guru honorer.

Dari jumlah tersebut ia mengatakan telah terjadi penumpukan guru honorer, yang dimana menurutnya guru honorer ini seharusnya adalah guru pengganti dari guru-guru yang sudah pensiun, mengundurkan diri dan meninggal dunia.

“Kenapa terjadi penumpukan guru honorer, ini akibat moratorium (penundaan) pengangkatan guru negeri untuk sekolah negeri sekian tahun yang lalu, jadi numpuk guru honorer, padahal sekolah itu setiap tahun ada yang pensiun dan harus diganti, karena moratorium maka yang pensiun tidak diganti” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Pesan Penghuni Rutan Muntok Untuk Bersabar dan Mendekatkan Diri Pada Allah

Selanjutnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini juga membeberkan bahwa ada kasus di beberapa daerah, yang dimana guru pendidik diambil oleh pemerintah daerah untuk dijadikan penjabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dikatakannya ada guru yang dijadikan camat, kepala pasar dan ada yang dijadikan Lurah, sementara tunjangan tetap memakai tunjangan guru yang mengakibatkan kekurangan guru pengajar.

“Kemendikbud mencatat ada 27.000 guru sudah tidak menjadi guru, karena oleh pemerintah daerah diangkat menjadi penjabat di SKPD yang menyebabkan jumlah guru menjadi berkurang, karena itu pemerintah harus menyelesaikan honorer ini, supaya pemerintah bisa menyelesaikannya tidak boleh lagi ada pengangkatan honorer, saya mohon sekolah-sekolah tidak lagi mengangkat guru honorer” katanya. (SBW)

KOMENTAR