Nelayan Tempilang: PIP Rusak Mata Pencaharian Kami

Nelayan Tempilang: PIP Rusak Mata Pencaharian Kami

386
BAGIKAN :

Korankite.com, Tempilang – Aggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengadakan pertemuan dengan panitia PIP, guna membahas masalah penolakan ponton isa produksi ilegal. Sabtu, (05/08/2017)

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Desa Tanjung Niur Kecamatan Tempelang, Kabupaten Bangka Barat turut hadir Angota Nelayan HNSI, Nelayan yang pro PIP , Panitia PIP, Kades dan staf, juga Hadir Bhabinkamtibmas desa Tanjung Niur,
dalam rapat dibahas tentang hak nelayan yang telah dijanjikan dan penuntutan tentang penolakan aktifitas tambang Ilegal.

Tidak beberapa lama dalam pertemuan berlangsung terdapat kericuan di mulai ketika Panitia Pip Satria Kamut Alias Gep mengatakan bahwa Nelayan HNSI telah menerima Uang Sebanyak 100 Juta.
Namum hal tersebut dibantah oleh Nelayan HNSI, “Kita Pihak Nelayan Tidak Menerima 100 juta Tapi Baru 79 juta” Ungkap Salah Satu Nelayan HNSI

Baca Juga:  Rustam Dicopot, Rudianto Tjen Jabat Plt. DPD PDIP Babel

Lanjut ditambahkan oleh salah satu Nelayan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Wartawan, ” Ini bukan cuma masalah hak kami yang telah dijanjikan, melainkan kami menolak karena aktifitas tambang tersebut merusak mata pencaharian kami” Ungkapnya

Karena kakut akan ricuh berkelanjutan kepala Desa Tanjung Niur “Arsah” membubarkan rapat tersebut meski belum menemukan titik terang permasalahannya (Asw)

KOMENTAR