OTT Amankan 3 Terduga Pembalakan Liar di Gunung Mangkol

OTT Amankan 3 Terduga Pembalakan Liar di Gunung Mangkol

464
BAGIKAN :
Sejumlah barang bukti yang diamankan tim dalam Operasi Tangkap Tangan di Gunung Mangkol. ft:kudok

Kami akan melakukan tindakan jika terjadi kerusakan lingkungan dan hutan di wilayah tersebut.

Korankite.com, Pangkalpinang — Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Balai Perlindungan dan Penindakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan se Sumbagsel, membuahkan hasil. Kedatangan tim tersebut telah berhasil mengamankan 3 orang yang diduga melakukan perusakan hutan di daerah Gunung Mangkol kabupaten Bangka Tengah.

Para terduga pelaku pembalakan liar tersebut digiring ke kantor Dinas Kehutanan provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di jalan Mentok kelurahan Pintu Air kota Pangkalpinang.

Kepala Penindakan dan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumbagsel, Dodi membenarkan bahwa ada penangkapan 3 orang terduga pembalakan hutan lindung di daerah gunung Mangkol yang dipimpin langsung oleh dirinya, “Kami tadi menangkap 3 orang terduga perusakan hutan lindung di gunung Mangkol,” katanya, Jumat (14/10/2016).

Tim menyita mesin Senso, parang dan beberapa batang kayu yang sudah dipotong, “Kami juga mengamankan barang bukti dari aksi tangkap tangan tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskan Dodi, posisi Balai Penindakan dan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumbagsel adalah mengawasi kawasan diantaranya Lampung, Riau, Bengkulu dan Babel, “Kami akan melakukan tindakan jika terjadi kerusakan lingkungan dan hutan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Sholat Jumat Termegah dan Terpanjang Ketika Menaklukkan Konstantinopel

Sementara, 3 orang terduga pelaku perusakan hutan bernama Masri, Rudi dan Usman, diketahui merupakan warga Terak Kabupaten Bangka Tengah. Mereka menuturkan bahwa yang dilakukan di gunung Mangkol hanya mengambil kayu untuk junjung Sahang bukan perusakan lingkungan atau hutan.

“Kami hanya mengambil untuk junjung Sahang milik kami sendiri,” tutur Rudi di ruangan pemeriksaan Dinas Kehutanan Babel.

Dia juga menjelaskan bahwa mereka tidak menebang pohon secara langsung, “Kami hanya memotong kayu yang sudah roboh bukan menebang langsung,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku sudah tiga bulan terakhir melakukan perkerjaan di dalam kawasan hutan lindung tersebut, “Kami tidak tahu bahwa kami berkerja di lokasi hutan lindung gunung Mangkol,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang didapatkan, ketiga orang tersebut apabila benar dengan sengaja melakukan tindakan perusakan, terancam tuntutan 3 sampai 5 tahun kurungan. Untuk mengetahui lokasi tersebut, pihak Balai mengunakan para ahli dan GPS untuk mengetahui posisi titik koordinat lokasi tersebut. (4wd)

KOMENTAR