Panglima Dewan Pemuda Babel Sebut DPRD Jangan Bikin Rusuh

Panglima Dewan Pemuda Babel Sebut DPRD Jangan Bikin Rusuh

124
BAGIKAN :

Korankite.com, Pangkalpinang- Setelah sebelumnya yaknipada Selasa (3/04), beberapa perwakilan grup WA Ketakong yang dikomandoi Patris Lumumba mendatangani kantor DPRD Babel untuk meminta penjelasan terkait isu demi isu yang diwacanakan dari beberapa Komentar anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibeberapa media untuk mencoba menggunakan hak interpelasi yang dimilikinya. Kali ini, Panglima Dewan Pemuda Bangka Belitung (DPBB) yakni Johan Murod mulai angkat bicara.

Salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga menyebutkan apa yang dilakukan oleh para beberapa anggota DPRD Babel akhir-akhir ini sebagai upaya mencari kesalahan yang ditakutkan akan berakhir pada rusuh politik.
“DPRD jangan bikin rusuh politik. Jelas gaduh interpelasi saat ini adalah cari-cari kesalahan. Apanya yang mau dicari-cari kesalahan?”, Tegas Johan Murod, malah Johan Murod yang akrab disapa PJM ini mengungkapkan dengan melihat cara kerja beberapa anggota DPRD saat ini ketika bermitra dengan pemerintah daerah, menurutnya justru akan membuka peluang bagi publik untuk mengungkap borok-borok DPRD, yang selama ini terkesan terpoles rapi.
“DPRD (Babel.red) jangan menepuk air di dulang yang menciprat kena muka sendiri. Malu dengan rakyat. Ini rusuh politik”, Tegas PJM yang juga aktifis nelayan ini. Pada kesempatan pertemuan beberapa unsur pimpinan dan anggota DPRD Babel, Selasa sore (3/04) bersama Patris cs di ruang Banmus gedung DPRD Babel, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan penggunaan hak interpelasi -yang diinginkan oleh belasan anggota, serta dimotori Fraksi PDIP-, karena menemukan adanya sesuatu yang riskan di masa kepemimpinan Erzaldi Rosman sebagai gubernur.
Namun menanggapi komentar Didit tersebut, Johan Murod juatru mengatakan, “Itu apanya yang riskan. Kalau misalkan karena Gubernur Erzaldi itu terbukti korupsi, karena melecehkan wanita, atau karena terlibat narkoba, itu yang masalah serius untuk interpelasi. Ini bukan malah cari-cari, korek-korek masalah”, Ucapnya. Karena saat ini wacana hak interpelasi sudah kebelet ingin digunakan DPRD, Johan Murod menyatakan kekecewaannya kepada para wakil rakyat itu. “Kita kecewa dengan DPRD yg bikin rusuh politik seperti ini, harusnya DPRD bersama gubernur bangun Babel dengan aman, tenteram dan damai”, Tutup Johan Murod. (Sdy/Red)

KOMENTAR
Baca Juga:  Demi Solidaritas, Relawan Eksis Datangi Kejari Pangkalpinang