Pasien Tumor Ganas Asal Muntok Berharap Uluran Para Darmawan

Pasien Tumor Ganas Asal Muntok Berharap Uluran Para Darmawan

391
BAGIKAN :
Penderita Tumor Ganas, M. Saleh

Korankite.com, Muntok – M.Saleh alias Acok (39) hanya bisa berbaring di rumahnya di kampung Teluk Rubiah RT 02, RW 15 Muntok Bangka Barat. Itu setelah vonis tumor ganas (Nasofaring) menggeroti pipi sebelah kiri wajahnya semakin membengkak setahun yang lalu.

Saat team Korankite.com menyambangi rumah bapak tiga orang anak ini, Acok didampingi istri yang selalu setia, Acok terlihat duduk diatas matras tipis yang menyatu dengan ruang tamu. Saat wartawan media ini menanyakan nama dan umurnya, pria yang masih aktif jadi ketua RT ini tidak bisa bicara, ia hanya mengambil pulpen dan menuliskan nama lengkap dan umurnya di buku tulis dan menyerahkan kepada tamu yang membesuknya. Romiah (35) istri Acok menceritakan awal mula penyakit suaminya.

“Awalnya seperti sakit demam panas, lama kelamaan koq semakin membesar.Saya bawa berobat jalan ke RS waktu sakitnya belum parah,” ujar Romiah.

“Karena keterbatasan biaya untuk berobat maka ia pun mengurus administrasi ke Pemkab Bangka Barat agar suaminya dapat bantuan berobat gratis ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meski Pemkab Bangka Barat memberikan pengobatan gratis, namun untuk biaya tiket pesawat, biaya pendamping pasien dan biaya mondar mandir saya dari rumah singgah ke RS tidak di tanggung oleh Pemda Bangka Barat. Pemda hanya memberi uang saku sebesar 5 juta rupiah,”tambah Romiah.

Baca Juga:  BNN Pangkalpinang Tangkap Pembawa 6 Kg Sabu di TJ Kalian M

Romiah berharap suaminya bisa sembuh dan beraktifitas kembali serta mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Muntok yang sudah membantu suaminya.

“Bukannya saya tidak mau berobat ke Jakarta lagi, masalahnya untuk biaya sehari hari selama di rumah singgah yang telah disiapkan Pemda disana, kita pun harus mengantongi uang untuk pengeluaran yang tidak terduga, seperti biaya ke rumah sakit, naik bajaj saja sehari harus mengeluarkan 40 ribu belum biaya biaya lainnya seperti makan minum kita selama di Jakarta, itu bukan sedikit yang harus kita keluarkan,”tukas Romiah yang memiliki tiga orang anak ini.

“Anak pertama saya baru kelas 1 SMP, yang nomor dua baru kelas 5 SD dan yang bungsu baru umur tiga tahun. Sejak bapaknya anak anak sakit, yang mencari nafkah sehari hari sekarang saya sendiri dengan mengambil upah mengupas kulit bawang di pasar, kata sang istri. Harapannya ada Dermawan yang mau membantu pengobatan sang suami hingga sembuh,” tukasna lagi. (SBH)

KOMENTAR