Percepat Pendirian DesaMart, BUMDes se-Babel Gelar Bimtek

Percepat Pendirian DesaMart, BUMDes se-Babel Gelar Bimtek

159
BAGIKAN :

Korankite.com, Pangkalpinang- Dalam rangka mempercepat realisasi pendirian Desa Mart di Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/03) bertempat di Hotel Bangka City sebanyak 34 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti bimbingan tekhnis (bimtek), salah satu tujuan bimtek ini juga untuk mempermudah masyarakat desa mendapatkan kebutuhan pokok. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuliswan mengharapkan setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan pengurus BUMDes se-Babel memahami mengenai manajemen bisnis sehingga pengurus BUMDes mampu menentukan bisnis sesuai potensi dan kebutuhan desa.

“Sekarang ini terdata sebanyak 309 desa se Bangka Belitung. Namun baru terbentuk 201 BUMDes dan  yang mendapatkan kesempatan mengikuti bimbingan teknis ini hanya 34 BUMDes saja”, Kata Yuliswan saat membuka Bimtek Bagi Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Bangka Belitung. Bimbingan tekhnis bagi pengurus BUMDes diberikan secara bertahap, Yuliswan mengatakan, karena kesempatan ini sangat terbatas, hendaknya dapat dimanfaatkan peserta bimtek sebaik-baiknya. Agar melalui kegiatan ini bisa mendapatkan dan menambah pengetahuan.

Baca Juga:  Rustam-Wawan ber-Zumba Bareng Warga

“Peserta jangan hanya sekedar datang, tanyakan langsung jika tidak paham. Usai mengikuti kegiatan ini, bisa paham mengelola unit usaha sehingga berjalan secara baik”, Harapnya. Pada tahun 2017 yang lalu, dana desa yang mengalir ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekitar Rp 261 miliar dan meningkat di tahun 2018 ini menjadi Rp 264 miliar lebih. Menurut Yuliswan, untuk mengelola dana ini dibutuhkan sumber daya manusia paham manajemen. Pasalnya setiap desa mendapatkan dana sekitar Rp 700 hingga Rp 900 juta.

Jika memahami manajemen, jelas Yuliswan, pengurus BUMdes bisa mengelola modal secara baik. Jangan sampai setelah mendapatkan bantuan modal, kemudian tidak mengetahui kemana modal itu dibelanjakan. Padahal semua aliran keuangan perlu dipertanggungjawabkan. “Kembangkan BUMDes sesuai potensi di desa. Nanti dibentuk desa smart dalam rangka membantu dan meringankan beban masyarakat mendapatkan sembako. Semula distribusi barang panjang, nanti tidak lagi”, Tutup Yuliswan. (Vs)

KOMENTAR