Potensi IKM One Village One Product Bangka Barat

Potensi IKM One Village One Product Bangka Barat

333
BAGIKAN :

Potensi IKM Pempek Udang Desa Belo Laut
Menjadi Produk OVOP (One Village One Product)
Kabupaten Bangka Barat
Disusun Oleh
Ridwan Sho’im Hidayat, ST.
PFPP Kabupaten Bangka Barat

Secara geografis, Desa Belo Laut terletak memanjang dari barat laut ke tenggara di tepi sepanjang Selat Bangka dengan keadaan topografi alam didominasi dataran rendah ( 0 – 25 mdpl ) dengan dominasi vegetasi alami maupuan perkebunan. Keadaan tanah didominasi oleh jenis tanah asosiasi podsolik coklat kekuning-kuningan sementara untuk daerah sepanjang Selat Bangka keadaan tanah didominasi oleh struktur pasir putih. Keadaan tanah secara umum memiliki pH dibawah 5 karena dibawahnya memiliki kandungan bahan tambang seperti biji timah, pasir kuarsa, kaolin, batu gunung dan lain sebagainya. Sehingga tidak mengherankan apabila di kawasan ini cukup banyak terdapat lahan bekas galian tambang yang menyisakan kolong kolong galian bahan tambang.

Mata pencaharian penduduk rata-rata masih mengandalkan sektor ekstraktif yaitu mengolah sumber daya alam yang ada seperti pertambangan biji timah, perkebunan, dan nelayan. Untuk sektor pertambangan selain berpotensi merusak lingkungan, kegiatan ini juga sudah dilarang oleh pemerintah setempat sehingga sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan sebagai mata pencaharian penduduk. Letak Desa Belo Laut yang berada di dekat kawasan pertumbuhan ekonomi sangat menguntungkan. Dari mayoritas sektor ekstraktif yang dikerjakan penduduk yaitu perkebunan, tambang, dan pengolahan hasil laut, sektor yang kiranya sesuai untuk dikembangkan sehingga menunjang kegiatan perekonomian di daerah ini dan mendukung program Pemerintah Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah adalah sektor ekstraktif seperti perkebunan dan pengolahan hasil laut.

Sektor perkebunan sebenarnya juga berpotensi untuk dikembangkan diwilayah ini, keadaan wilayah yang masih jarang penduduknya masih menyisakan lahan yang cukup luas untuk dikelola sebagai lahan perkebunan, namun tentunya hal ini tidak berlaku bagi penduduk yang tidak memiliki lahan, mereka tidak dapat memanfaatkan keunggulan sektor ini sebagai mata pencaharian utama. Sektor yang paling potensial untuk dikembangkan adalah dari sektor hasil laut, hamparan laut yang luas siapapun berhak memanfaatkannya, mengolahnya sepanjang masih dalam lingkup peraturan yang berlaku. Dari sektor hasil laut ini akan tercipta berbagai macam turunan usaha masyarakat lainnya seperti nelayan, usaha pengadaan peralatan nelayan, pedagang ikan, distributor, pengolah produk hasil laut, usaha penjaja makanan olahan hasil laut dan tentunya masih banyak lagi usaha yang dapat tumbuh dan berkembang lainnya.

Berdasarkan Data Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat tahun 2015, dari total IKM yang ada di Desa Belo Laut tersebut 20 % nya adalah IKM Perbengkelan, 2.5 % IKM Air Minum, 7.5 % IKM Anyaman, 2.5 % IKM Pertukangan Kayu, IKM Batako sebanyak 10 % dan sisanya yaitu 57.5% nya adalah IKM yang bergerak di bidang kuliner atau makanan.

Sebaran jenis IKM di Desa Belo Laut Kecamatan Mentok

Dari data sekunder ini jumlah IKM dengan produk makanan sangatlah dominan yaitu sebanyak 57.5% dari total IKM yang ada di Desa Belo Laut, sedangkan dari jumlah total IKM produk makanan tersebut 65 % nya adalah IKM dengan produk makanan olahan hasil laut. Adapun macam produk kuliner olahan hasil laut tersebut antara lain kemplang, pempek, terasi, calok dan lain lain.

Baca Juga:  PKWT Minta Becking Langsung Dicoret
Prosentase Perbandingan IKM Hasil Olahan Laut Terhadap Total IKM Makanan Desa Belo Laut

Berdasar data – data tersebut, salah satunya menjadi acuan bagi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat lebih mengacu pada produk makanan khususnya makanan olahan hasil laut untuk dikaji kelayakannya menjadi produk OVOP Desa Belo Laut. Tujuan utama adalah melalui pelaksanaan program OVOP ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi yang ada sehingga menjadi produk unggulan yang mempunyai nilai lebih bagi masyarakat sekitar baik itu dari segi nilai ekonomis produk maupun nilai sosial dengan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat sekitar.

Secara administratif, letak Desa Belo Laut termasuk wilayah Kecamatan Muntok dimana Kecamatan Muntok ini menurut rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bangka Barat merupakan daerah kepentingan pertumbuhan ekonomi. Dari segi infrastruktur, akses jalan menuju Desa Belo Laut sudah terfasilitasi dengan adanya jalan aspal yang menghubungkan daerah ini dengan jalan utama menuju pusat kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Kota Pangkalpinang. Selain akses jalan yang layak, pembangunan dermaga nelayan di tahun 2016 ini selain fasilitas untuk nelayan, dermaga juga dilengkapi gazebo yang diperuntukkan sebagai tempat pemasaran produk hasil laut khususnya warga Belo laut. Secara letak administratif dan sarana infrastruktur, Desa Belo Laut sangat mendukung untuk pengembangan potensi yang ada yaitu sebagai daerah sentra industri makanan hasil laut.

Letak wilayah yang dekat dengan daerah kepentingan pertumbuhan ekonomi menjadikan biaya distribusi pemasaran produk menjadi lebih efisien, sehingga akan menekan harga produk menjadi lebih murah. Akses jalan yang sudah terfasilitasi oleh jalan aspal dari Desa Belo Laut ke Ibu Kota Provinsi yaitu Kota Pangkalpinang sangat memudahkan distribusi produk yang mayoritas pembeli dalam skala besar berasal dari Kota Pangkalpinang.
Letak geografis Desa Belo Laut yang berada di tepi Selat Bangka sangat mendukung ketersediaan tangkapan hasil laut. Melalui kelompok nelayan di wilayah Belo Laut seperti di Sukal, Tanjung Punai, Ahoy, dan Belo, IKM di Desa Belo Laut ini mendapat bahan baku untuk produksi setiap harinya.

Mengapa pempek yang akan dikembangkan berupa pempek udang bukan pempek ikan seperti yang sudah familiar kita kenal selama ini, karena pengembangan produk pempek yang berbahan dasar udang ini bukan tidak mungkin akan menjadi produk ikon Provinsi Bangka Belitung khusunya Bangka Barat. Pempek yang selama ini menjadi ikon Kota Palembang adalah pempek berbahan dasar olahan ikan dan pempek ini sudah mendunia sebagai ikon Kota Palembang, maka dari itu bukan tidak mungkin pempek udang Bangka Belitung dapat mengikuti pempek Palembang yang telah berhasil menjadi ikon kuliner di kota tersebut.

KOMENTAR