PP Minta Bongkar Bangunan Penyebab Banjir

PP Minta Bongkar Bangunan Penyebab Banjir

286
BAGIKAN :
Foto Bersama Setelah Apel Pengarahan Oleh Walikota (foto: Adit)

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Pangkalpinang, meminta agar bangunan menjadi penyebab banjir di bongkar. Karena dari hasil turun bersama membersihkan saluran air di wilayah Kelurahan Genas dan Kampung Bintang, banyak bangunan yang menyebabkan saluran air tidak mengalir.

Setidaknya, di Kelurahan Genas bangunan yang dimiliki pemilik Puncak Mall menjadi penyebab tersumbatnya aliran air yang dipastikan menjadi penyebab banjir apabila hujan. Ketua MPC PP Kota, Fahrizan mengatakan agar manajemen puncak mal sebagai pemilik bangunan harus bertanggung jawab dan mau membongkar bangunan penyebab tersumbatnya saluran. “Kita juga dapat kabar dari kawan – kawan PPM di Kp Bintang juga ada bangunan yang penyebab air tersumbat,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Buntuk ini juga bersama Walikota Pangkalpinang dan warga sekitar meninjau langsung bangunan tadi. Dia pun menambahkan saat hujan air yang mengalir dari Kacang Pedang, Bukit Tani dan Bukit Merapin itu akan mengalir ke dataran rendah yakni kawasan Genas. “Semua ngumpul di saluran air yang menyempit akibat ada pembangunan di atas saluran tadi,” sambungnya.

Buntuk juga mengingatkan pemerintah kota agar tegas dalam penanganan pasca banjir ini. Karena berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 01 Tahun 2012 tentang Tata Ruang Kota Pangkalpinang. Genas dan Rawa Bangun adalah kawasan terendah wilayah Kota Pangkalpinang sehingga saluran air harus berjalan normal. “Jelas kalau hujan banjir tetap ada, cuma bagaimana caranya kita mengantisipasi volume air hujan biar mengalir sesuai fungsinya,” tambah Buntuk.

Buntuk juga meminta Walikota Pangkalpinang, Irwansyah agar dapat melakukan kajian dan melakukan komunikasi dengan manajemen Puncak Mall. Tapi kalau memang hasil kajian harus dirubuhkan, maka bila manajemen puncak tidak mau membongkar, maka PP Kota siap membongkar. “Saya tahu persis bagaimana detail permasalahan banjir yang terjadi di sekitar rawa bangun dan genas karena sudah hampir 30 tahun berdomisi di sini,” katanya.

Sementara Walikota Pangkalpinang Irwansyah kepada wartawan mengaku akan membahas apa yang ditemukan dari kegiatan tadi. Karena kegiatan padat karya tadi memang baru melibatkan pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) bersama ormas PP dan organisasi kepemudaan (OKP) Pemuda Panca Marga (PPM). “Apa yang ditemukan tadi akan kita bahas lagi untuk mendapati solusi penanganan banjir di Kota Pangkalpinang. Besok juga kita minta Gubernur untuk duduk bersama dengan Bupati Bangka Tengah dan Bupati Bangka” kata Wawan sapaan akrab Wako.

Baca Juga:  Dualisme KNPI, Plt Walikota Surati Kemenkumham

Bahkan untuk merobohkan bangunan tadi Wawan mengaku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Perlu ada kajian dari kalangan akademisi dan dinas terkait sehingga memang rekomendasi tadi bisa menjadi dasar hukum. Akan tetapi penanganan agar banjir terantisipasi pasti dia lakukan. “Kita sudah siapkan, namun saya sebagai walikota baru sekali melakukan penganggaran, dan untuk penangan banjir ini juga sudah kita anggarkan. Tapi perlu proses waktu, makanya kerja – kerja seperti yang kita lakukan hari ini adalah langkah jangka pendek saya,” tambah Wawan.

Perlu diketahui, dari informasi yang dihimpun wartwan di titik Genas Irwansyah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota, Suparlan meninjau saluran yang tersumbat tadi. Diantaranya saluran perempatan Gedung Nasional, saluran depan Mega Karoke dan Bangunan eks Hotel Alhuriyah yang telah dimiliki pemilik Puncak Mall. Parlan pun mengaku telah mendapat gambaran untuk mengeluarkan program penanggulangan jangka pendek penanganan banjir yang melanda Pangkalpinang.

Sedankan dari titik Kp Bintang, didapat informasi kalau kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sungai. Karena ternyata banyak sampah kotoran binatang (Babi, red) di aliran sungai dan sampah limbah rumah tangga yang menjadi salah satu penyebab air sungai meluap selain meningginya pasir di sungai tersebut. “Kita sengaja bersama peawai Pemkot, ormas PP dan OKP PPM memberi contoh dulu, agar masyarakat juga perduli dengan kebersihan lingkungan,” terang Wawan. (FRZ)

KOMENTAR