PT Timah Bagikan 1.200 Paket Sembako ke Beltim

PT Timah Bagikan 1.200 Paket Sembako ke Beltim

105
BAGIKAN :

Korankite.com, Manggar — Sebanyak 1.200 paket sembako dari PT Timah Tbk. dibagikan kepada kaum dhuafa di wilayah Kabupaten Belitung Timur dan Belitung. Pembagian sembako dilakukan secara simbolis oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Kepala Unit Produksi Belitung, Wijaya di Kantor Camat Damar, Jum’at (31/5/19) lalu.

Paket sembako yang dibagikan berupa satu kilogram beras, gula, gandum, minyak goreng, garam, susu kaleng, dan mie instan. Semuanya diberikan secara cuma-cuma untuk warga kurang mampu.

“Alhamdulillah ini adalah bentuk rasa syukur kita, terhadap capaian produksi kita. Semuanya murni bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah sekitar tambang,” kata Wijaya kepada wartawan dan Diskominfo Beltim, seusai acara Penyerahan Bantuan Sembako.

Wijaya menekankan sembako yang diserahkan memang hanya diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang berada di ring satu atau zona yang dekat dengan penambangan PT Timah, baik di Kabupaten Beltim maupun Beltim.

Baca Juga:  Mutok Ramaikan HUT ke-43 PT Timah

“Harapan kami semua usaha pertambangan kita memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Jadi apa pun yang dilakukan oleh PT Timah Insyallah bermanfaat yang sebesar-besaranya,” ujar Wijaya.

Sementara itu, Bupati Beltim,Yuslih Ihza mengapresiasi pemberian bantuan yang dilakukan oleh PT Timah. Ia menekankan sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Mewakili masyarakat yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih atas bantuan PT Timah. Mudah-mudahan dapat memberikan berkah dan kebahagian di bulan penuh ampunan ini,” ucap Yuslih.

Yuslih pun berharap kegiatan akan rutin dilaksanakan setiap tahun, agar sekaligus dapat membantu upaya pemerintah untuk menekan harga bahan kebutuhan.

Prinsipnya kita dukung kegiatan pembagian sembako seperti ini. Semakin banyak perusahaan atau pihak ke tiga yang melakukan semakin baik, artinya rasa kepedulian sosial mereka tinggi. Sekaligus juga untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan,” tukas Yuslih. (*)

KOMENTAR