Razia Anak di THM, KPAD Banjir Dukungan

Razia Anak di THM, KPAD Banjir Dukungan

319
BAGIKAN :
Foto Razia (net)


Sebenarnya mereka harus belajar, bukan malah berkeliaran apalagi diatas jam 10 malam.

Korankite.com, Pangkalpinang – Langkah Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka – Belitung yang saat ini diketuai Sapta disambut baik dan banjir dukungan dari elemen masyarakat Babel, terkait rencana Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi SH. bakal melakukan razia rutin bagi para anak dibawah umur ditempat hiburan malam (diskotik,Karoake) dan tempat mangkalnya ABG tangguh wilayah hukum Kota Pangkalpinang.

Menurut beberapa pihak hal positif yang dilakukan sangat baik mengingat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap perkembangan mental  anak dibawah umur dan menjaga nama baik ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dukungan atas rencana razia terhadap anak dibawah umur ditempat hiburan malam (Diskotik, karoake, dan Game online), dukungan dari elemen  masyarakat Babel.

Antara lain dari salah satu pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Pertiba Tomo Yuda Prawira menyambut baik dengan rencana razia tempat hiburan malam di beberapa tempat khususunya yang ada di Babel.

Menurut Tomo, saat ini para remaja khususnya anak dibawah umur perlu diperhatikan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

”Selama itu positif kita pasti mendukung dan saya yakin teman lain mendukung agar bisa meminimalisir kenakalan remaja saat ini,” ungkap Tomo.

Dirinya meminta tentunya harus melibatkan beberapa pihak diantaranya pihak kepolisian, Pol PP serta Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Babel.

”Saya meyakini kawan kawan Ormas/OKP juga pasti mendukung kegiatan karena sangat positif agar para anak remaja khususunya  anak dibawah umur bisa terpantau keberadaannya apalagi pada saat malam hari,” ujar Tomo.

Sementara itu, Anggota Aliansi Juranlis Independent (AJI) Babel Aditia Pratama mengapresiasi langkah KPAD Babel dalam melakukan razia terhadap anak dibawah umur pasalnya, dirinya menilai selama ini banyak anak dibawah umur yang masih berkeliaran di malam hari.

Baca Juga:  Kakak Gagahi Adik Kandung, Hamil 8 Bulan

”Sebenarnya mereka harus belajar, bukan malah berkeliaran apalagi diatas jam 10 malam. Kita juga minta peran orang tua untuk memantau anak anaknya,” Kata Adit pegiat pers Babel.

Tak sampai disitu, Komisioner KPAD Babel bidang ABH Biar M Yamin, menegaskan bahwa provinsi Babel merupakan daerah tujuan wisata yang sekarang ini digalakkan oleh pemerintah daerah kita guna meningkat kan pendapatan daerah yang memberikan kontribusi terhadap daerah itu sendiri terlebih masyarakatnya.

Namun hal itu tidak cukup dinilai dari pendapatan tetapi efek dari pariwisata juga harus dilihat dari perilaku masyarakat terutama anak dibawah umur, terutama tempat hiburan malam juga Harus diantisipasi jangan sampai anak dibawah umur memakai narkoba, pelecehan seksual, kekerasan, bahkan perdagangan anak. Oleh karena itu semua stacholder melakukan pengawasan dan perlindungan anak, terutama pemerintah daerah harus membuat peraturan yang mengatur tentang tempat hiburan malam.

Dukungan selanjutnya dari  Rajes Khana M selaku pemerhati pelajar Bangka Belitung sangat mengapresiasi rencana kegiatan KPAD Babel. 

“Sudah lama kegiatan ini saya tunggu dengan KPAD menggandeng stakeholder dan instansi terkait yang mensuport kegiatan ini artinya kepedulian pemerintah terhadap anak khususnya anak dkbawah umur, sangat serius guna menciptakan sumber daya manusia unggul dimasa depan dengan mempersiapkan secara khusus dan strategi yg mampu memenuhi hak-hak anak khususnya anak d bawah umur,” kata Rajes 

Menurutnya hal ini berguna sehingga pelajar atau generasi muda dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal serta terlindungi dari berbagai tindakan kekerasan dan diskriminasi. (86MM)

KOMENTAR