Sidang Perdana KIP PT. SIP, M. Yunus ; Rusak Lingkungan Rugikan Negara,...

Sidang Perdana KIP PT. SIP, M. Yunus ; Rusak Lingkungan Rugikan Negara, Hukum Seberatnya!

169
BAGIKAN :
Muhammad Yunus Direktur Penegakan Hukum Pidana Kementerian LHK.(dok)

Korankite.com, Pangkalpinang- Sidang perdana perkara kerusakan lingkungan hidup dengan menghadirkan Modentus Gunawan selaku Direktur Utama PT.SIP sebagai terdakwa digelar oleh Pengadilan Negeri Pangkalpinang Bangka Belitung. Sang Direktur Utama dari Kapal Isap Produksi (KIP) PT. SIP dipidanakan karena selain tidak memiliki izin melakukan kegiatan penambangan di kawasan Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, lokasi tersebut juga merupakan kawasan wisata.

Direktur Penegakan Hukum Pidana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Muhammad Yunus mengatakan kegiatan penambangan biji timah di kwasan wisata pantai Pasir Padi yang pernah dilaporkan oleh DPRD Kota Pangkalpinang ini terkait dengan pelanggaran UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 109 junto Pasal 116 ayat (1) huruf a dengan ancaman pidana maksimal 3 (tiga) tahun dan denda 3 Milyar rupiah. Menurutnya, pihak penyidik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan terus mendalami kasus ini untuk pengembangan lebih lanjut karena selain terdapat Tindak Pidana Lingkungan Hidup Kehutanan, diduga adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga:  Timah Masih Andalan Babel

“Kasus ini merupakan titik masuk untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang sudah sangat serius terjadi di Bangka Belitung. KLHK membangun kerjasama dengan KPK, Bareskrim, dan Kejaksaan Agung dalam penanganan kejahatan sumberdaya alam, baik pertambangan maupun kehutanan, termasuk mengusut kejahatan penyertaannya seperti Korupsi dan Pencucian Uang dengan menggunakan pendekatan Multidoor”, Ungkap M. Yunus. “Untuk menciptakan efek jera bagi para pelaku kejahatan seperti ini. Mereka harus dihukum seberat-beratnya karena meresahkan masyarakat, merusak lingkungan dan menimbulkan kerugian negara”, Tutupnya. (Vs)

KOMENTAR