Terkait Izin Tambang, Gempa Minta KPK Turun Ke Babel

Terkait Izin Tambang, Gempa Minta KPK Turun Ke Babel

534
BAGIKAN :

Di Babel lebih parah, oleh karenanya kita meminta KPK untuk memantau dan melakukan penindakan serta mengevaluasi terhadap perizinan yang telah dikeluarkan

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG – Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Indonesia, Aditia Pratama, ST meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna memeriksa perizinan terkait Pertambangan. Pasalnya dalam proses pemberian izin disinyalir rentan terhadap korupsi.

“Kita meminta kepada KPK untuk menelusuri proses pemberian izin seluruh pertambangan timah, sebab dalam proses perizinan ini sangat rentan dengan korupsi, karenanya KPK harus turun,” ungkapnya

Tidak hanya itu, di Babel kata Adit, Penambangan bisa dilakukan di wilayah terlarang seperti Hutan Lindung, anehnya tidak dilakukan penindakan.

“Dampaknya sudah jelas dirasakan masyarakat, kalau memang aparat hukum di Babel tak serius menidak, kita minta kepada KPK saja,” sebut Adit

Dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat ke lembaga-lembaga hukum seperti Lembaga Anti Rusua (KPK), Kapolri, dan Kejagung guna meminta secara resmi pemeriksaan di Babel.

Baca Juga:  Lulusan NFS Harus Mampu Menjawab Tantangan

“Kita akan secara resmi meminta kepada KPK untuk mengevaluasi seluruh perizinan yang ada,” tukasnya.

Logikanya kata Adit dengan adanya pertambangan timah di Babel, kecil kemungkinan masyarakat Babel sulit dalam hal perekonomian dan pendidikan.

“Pertambangan timah ini sudah dilakukan seabad lamanya, tapi tidak berdampak signifikan terhadap Babel, pasti ada yang ngak bener,” kata Lulusan Teknik Lingkungan tersebut yang pernah menjadi ketua di beberapa organisasi

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bayu Asin beberapa bulan lalu, KPK berani menangkap Bupatinya terkait suap perizinan.

“Di Babel lebih parah, oleh karenanya kita meminta KPK untuk memantau dan melakukan penindakan serta mengevaluasi terhadap perizinan yang telah dikeluarkan,” tutup pemuda yang pernah melakukan penelitian terkait Pengaruh Aktivitas Pertambangan Timah Terhadap Kualitas Fisik Air Laut di Teluk Kelabat Belinyu Kabupaten Bangka tersebut. (prj)

KOMENTAR