Terkait Lingkungan, LSM Gempa Babel Akan Temui Kapolda

Terkait Lingkungan, LSM Gempa Babel Akan Temui Kapolda

649
BAGIKAN :
Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Babel, Aditia Pratama, ST. (PRJ)

Hal ini tentu tidak bisa kita biarkan, sebab dalam selang waktu sebulan Pangkalpinang khususnya sudah dua kali terkena banjir, inikan sudah parah.

KORANKITE.COM, PANGKALPINANG — Kerusakan lingkungan serta aktivitas pertambangan yang disinyalir sebagai salah satu penyebab bencana banjir yang menimpa sebagian wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membuat ketua Umum LSM Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa), Aditia Pratama, ST gerah. Pihaknya akan menemui Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Babel guna menyampaikan beberapa temuan terkait Pertambangan yang berada di hulu yang menyebabkan banjir yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Hal ini tentu tidak bisa kita biarkan, sebab dalam selang waktu sebulan Pangkalpinang khususnya sudah dua kali terkena banjir, inikan sudah parah,” ungkap Adit.

Terlebih kata Adit banjir ini menimbulkan kerugian materi sangat besar, juga aspek kesehatan masyarakatpun terganggu, “Masyarakat sudah sangat merugi, dari data kerugian per rumah hampir mencapai 5 juta sampai 10 juta rupiah, ditambah lagi penyakit yang disebabkannya,” terang Lulusan Teknik Lingkungan tersebut.

Oleh sebab itu pihaknya akan berkomunikasi dengan penegak hukum untuk segera mengambil sikap, bila memang penambangan di bagian hulu menjadi penyebab untuk kiranya segera ditertibkan.

Baca Juga:  Terkait Pilkada Bangka, Tarmizi-Amri Hampir Final?

“Ini sudah sejak banjir pertama tahun 2014, ketika itu hanya terjadi di Kampung Bintang, alhasil ketika kita turun kelapangan, rupanya ada penambangan di wilayah hulu tepatnya di daerah pedindang,” tegas Adit.

Dalam kesempatan ini Adit pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan terkhusus lingkungan disekitar tempat tinggal masing-masing, “Pertama kita semua harus sadar diri, harus dimulai dari yang terkecil, minimal di lingkungan tempat tinggal misalnya jangan membuang sampah sembarangan, tidak sembarangan membuka lahan baik untuk berkebun atau untuk keperluan lainnya, apalagi sampai membuka tambang tanpa ada kajian-kajian lingkungan,” ajak Adit.

Selain itu dirinyapun mengingatkan kepada para pengusaha tambang untuk bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, “Pengusaha inikan biasanya hanya ingin mengambil haknya saja, tanggung jawab mereka lupakan, walaupun kata mereka sudah ada jaminan reklamasi sebelum melakukan penambangan, tapi buktinya lahan pasca tambang ditinggalkan begitu saja,” tutup Adit yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur di BEM Fakultas Teknik Unpas tersebut. (PRJ)

KOMENTAR