Walikota Ingatkan OPD Jangan Cemburu Soal Anggaran

Walikota Ingatkan OPD Jangan Cemburu Soal Anggaran

149
BAGIKAN :
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil memimpin rapat bersama Kepala OPD. (iwan/pangkalpinangkota.go.id)

Korankite.com, Pangkalpinang — Walikota Pangkalpinang H. Maulan Aklil alias Molen mengungkapkan keluhan yang terdengar dari OPD, saat rapat terkait paparan OPD Se-Kota Pangkalpinang dalam rangka persiapan Musrenbang RKPD dan Penyusunan RENJA pada tahun 2020, Selasa (19/3/2019) kemarin.

“Saya menangkap keresahan dari kawan-kawan di lapangan misalnya ada OPD yang ada uang beda dengan OPD yang lain, saya mendengar ini keluhan dari kawan-kawan nah ini juga tolong kita diskusikan bersama berapa layaknya? bagaimana harusnya? Ini bisa kita lakskaanan secara bersama-sama tetapi tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Silahkan diskusikan dua hari ini sampai besok sampai sore silahkan kalau perlu kita selesaikan sampai malam nanti biar clear masalahnya,” ungkap Molen.

Molen menitipkan kegiatan-kegiatan ini yang memang perlu dimasukkan dianggaran perubahan dan dilaksanakan,

“Yang mungkin bisa dikerjakan di 2020, di kerjakan tahun 2020. Yang mungkin tidak bisa dilaksnakan tahun 2020 kita sudah berpikir untuk kedepannya seperti ini seperti itu,” katanya.

Tidak hanya itu, Molen juga menitipkan 16 komiten politiknya dengan Wakil Wali Kota, Muhammad Sopian dan dijadikan skala priositas. Molen berharap perhitungan-perhitungan itu tepat adanya. Walikota Menyatakan bahwa dua hari inilah awal bekerja yang sebenarnya.

”Dua hari ini awal dari kita mau kerja. Sebetulnya ini lah kerja yang sebenarnya. Kemaren-kemaren saya belum kerja. Cuma mengevaluasi, menginventarisir kadang-kadang melihat gejolak ini di mana? Bapak ibu semua silahkan nanti mengeksplor dirinya. Sesuai dengan kebutuhannya,” tegas Molen.

Baca Juga:  Tidak Bisa Selesaikan Gaji, KJUB Bisa Dibawah Keranah Hukum

Setelah diskusi ini Molen tidak ingin lagi mendengar ada OPD yang mengatakan anggaran yang dimiliki terbatas sehingga tidak bisa mengeksplor apa yang ingin dikerjakan. Karena pada diskusi ini Molen memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh UPD untuk memaparkan apa yang menjadi kebutuhannya dan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Molen juga mangajak sampai selevel eselon IV terkait masalah gaji dan TPP.

”Tolong ajak nanti sampai level eselon IV, terkait masalah penggajian masalah TPP. Saya tidak tau berapa betul TPP yang layaknya dikota pangkalpinang? kalo keinginan kita pasti mau setinggi-tingginya. Tapi Jangan menyakiti hasti masyarakat. Seadil-adilnya, jadi tidak ada lagi kecemburuan-kecemburuan yang masih timbul dimindset terutama,” harapnya.

Molen menginginkan Dinas, Badan, Camat dan Lurah yang ikut dalam rapat penganggaran untuk 2020 dan kedepannya nanti selama dua hari benar-benar fokus.

”Kita bener-bener yok dua hari ini fokus. Bagi Badan, Dinas, Kantor Camat, Lurah dan segala macem ingin bener-bener OPDnya itu terdapat sesuai dengan kebutuhan anggaran tongkrongi bener. Bener-bener di tunggu jadi tidak ada yang tumpang tinduh . Misal ada OPD lain yang mengkalim silahkan katakan, ‘Itukan tugas saya’, silahkan debatkan silahkan komunikasikan dengan tujuan satu yaitu untuk kebersamaan semuanya,” tukas Molen.

Molen berharap Setalah dua hari melakukan diskusi, mengurangi dari kecemburuan-kecemburuan yang adadan mengurangi dari kegiatan-kegiatan yang tidak termasuk dalam yang seharusnya. (Edoy/Yenni/pangkalpinangkota.go.id)

KOMENTAR