Wandi: Lada Merupakan Alternatif Pasca Timah

Wandi: Lada Merupakan Alternatif Pasca Timah

1349
BAGIKAN :
Salah satu pemuda Muntok, Aswandi yang juga menanam Lada

Salah satu pemuda Muntok, Aswandi yang juga menanam Lada

//Minta Pemerintah Berperan Untuk Menstabilkan Harga

Korankite.com, Muntok – Hujan yang terus menerus membuat masyarakat mulai melakukan penanaman, mulai dari Padi, Lada, Jagung, Cabe, Pepaya, Cengkeh, serta tanaman lain.

Ekonomi pasca Timah yang makin menurun membuat masyarakat mulai beralih ke perkebunan dan pertanian unuk menstabilkan ekonomi keluarga. Pasca Timah memang kelihatan sekali ekonomi masyarakat Bangka Belitung terpuruk tak terkecuali di Kabupaten Bangka Barat, membuat masyarakat mulai mencari alternative ekonomi lain untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terpuruk.

Tak terkecuali masyarakat muntok wandy, yang mencoba peruntungan dengan menanam lada. Alasannya sekarang ekonomi semakin sulit dan mudah – mudahan 2 sampai 3 tahun kedepan tidak susah seperti sekarang.

Disamping kesibukkannya bekerja pada perusahaan swasta, dia masih menyempatkan untuk menyalurkan hobbinya berkebun. Bukan sekedar ikut – ikutan tapi beliau berharap kedepannya ada peran pemerintah untuk mengatasi kesulitan -kesulitan petani lada dan petani lainnya.

“Pemerintah daerah selalu inginnya kita swasembada pangan, inginnya petani sukses tapi tidak di support dengan pendampingan yang baik, petani di suruh mengatasi sendiri kesulitannya, baik itu pupuk dan mengatasi penyakit”, Ujarnya.

“Kami petani kecil selalu berharap juga ada peran pemerintah dalam menstabilkan harga lada yang cenderung turun terus, jangan sampai kita menggaungkan Pertanian tetapi 2 tahun kedepan petani terpuruk juga karena harganya rendah”, Ujar Wandy alumnus perguruan tinggi di Bandung ini.

Baca Juga:  Soal Aset & Masterplan Dir RSUP Harus Berani Lapor Polisi

Lada Putih sendiri kata Wandi adalah salah satu komoditas rempah – rempah Indonesia yang sudah mendunoa dan sudah dikenal sejak abad ke-2 dengan kekhasan cita rasa yang begitu pedas dan Bangka Belitung lebih dikenal sebagai sentra terbesar produksi Lada di Indonesia.

Nama Muntok White Pepper  masih menjadikomoditi utama yand di eksport ke manca negara termasik Eropa dan Amerika. Dengan permintaan yang cukup tinggi , namun produk lada putih ini di eksport tanpa brand khusus sehingga harga jualnya relatif murah. Oleh karena itu perlunya Brand  khusus Muntok White Pepper harga jual semakin tinggi dan lebih dikenal luas Lada Bangka.

Dengan telah di ajukan Raperda Muntok White Pepper beberapa waktu lalu menjadi titik cerah bagi petani di Bangka Barat khususnya untuk dapat memberikan jaminan kepastian Hukum terhadap pengembangan Lada Putih Muntok White Pepper dan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi terwujud.

Dan tentunya materi muatan Peraturan Daerah tentang Hari Lada Putih Muntok White Pepper ini memberikan kewenangan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk melakukan perlindungan, pengawasan, pengendalian dan pemberdayaan petani lada. Mudah – Mudahan. ( Sbw/ Asw ).

KOMENTAR