Warga Asam; Tutup Peternakan Babi Milik Simanjuntak!

Warga Asam; Tutup Peternakan Babi Milik Simanjuntak!

61
BAGIKAN :

Korankite.com, Pangkalpinang- Sebagian Warga dan Pihak sekolah beserta Lurah kelurahan Asam akhirnya mendatangi lokasi peternakan babi milik Simanjuntak yang tidak jauh dari pemukiman warga dan sekolah SD 69 Pangkalpinang pada Kamis (12/04). Kedatangan warga, pihak sekolah maupun Lurah tidak lain adalah menemui pemilik peternakan untuk mencari solusi permasalahan limbah yang dihasilkan dari peternakan babi milik Simanjuntak yang telah meresahkan warga sekitar maupun pihak sekolah.

Menurut salah satu warga ibu Lena yang ikut mendatangi lokasi peternakan mengatakan, “Limbah atau kotoran dari ternak milik Simanjuntak ini sangat mengganggu sekali, tiap hari mengeluarkan aroma yang tidak sedap, apalagi kalau sesudah hujan aroma baunya sangat luar biasa sekali. Kami maunya tidak ada lagi yang namanya ada ternak babi di sini. Selain mengeluarkan aroma yang tak sedap, kami juga tidak mau terkena penyakit yang di sebabkan dari hewan tersebut”, Ungkapnya.

Rumondang Siahaan, S.PD.SD selaku Kepala sekolah SD 69 Kelurahan Asam kota Pangkalpinang juga memgatakan demikian, “Aroma Bau yang tak sedap ini memang sangat menggangu sekali, apalagi letak wilayah sekolah dengan lokasi peternakan milik pak Simanjuntak sangat dekat dengan sekolah. Ini sangat menggangu kegiatan belajar disekolah kita. Kita dari pihak sekolah prihatin kepada Guru pengajar apalagi dampaknya terhadap murid didik kita”, Jelasnya.

Baca Juga:  Polres Babar Siapkan Rest Area Bagi Pemudik

Sementara itu, pemilik peternakan Babi, Simanjuntak setelah ditemui langsung di lokasi ternak di kelurahan asam mengatakan, “Dasarnya kan duluan saya yang tinggal di sini sebelum sekolah di bangun, kenapa sudah tau di sini ada ternak bangun sekolah kok di sini. Jika ini ditutup saya dapat makan dari mana”, Ungkapnya dengan nada marah. “Dari hasil ternak ini penghasilan saya pertahun sekitar Rp 12 juta jika pemerintah bisa memberi solusi saya akan siap tutup usaha ini”, Pungkasnya. Menurut Lurah Asem Sudarmono menanggapi hal demikian mengatakan, “Limbah yang dihasilkan dari ternak ini merupakan limbah peternakan dari lingkungan kecil kebetulan orang tidak mampu dengan hal ini kita tindak lanjuti harus dengan kepala dingin beda dengan perusahaan’ klaw perusahaan pasti akan kita cabut ijinnya. dan untuk Masalah limbah yang telah meresahkan orang banyak ini harus kita musyawarahkan dulu”, Tutupnya. (Sdy)

KOMENTAR