Warga Bahu Membahu Keruk Alur Sungai Kampung Ulu

Warga Bahu Membahu Keruk Alur Sungai Kampung Ulu

37
BAGIKAN :

Korankite.com, Bangka Barat – Sebanyak satu unit escavator (Pc) diturunkan melakukan pengerukan alur sepanjang sungai Kampung Ulu Kecamatan Muntok dan sekitarnya. Kegiatan ini sudah berlangsung empat hari, hingga hari ini, Minggu, (11/10/2020).

Tapi tunggu dulu, pekerjaan ini bukan kegiatan pemerintah yang selalu didukung dengan anggaran. Pekerjaan ini berlangsung justru atas inisiatif warga yang selanjutnya didukung oleh ketua Rt/Rw di sekitar lingkungan bantaran sungai atau wilayah yang terdampak langsung setiap banjir muncul.

Ketua LSM lingkungan hidup, Fani Tamzona selaku inisiator kegiatan mengungkapkan, “proyek” swadaya ini masyarakat ini berjalan atas dukungan warga. Mulai dari warga sekitar bantaran sungai, tokoh pemuda, pengurus masjid, LSM juga termasuk rekan-rekan pers dan pegiat media.

Pantauan media ini, Minggu (11/10/2020), satu unit escavator (Pc) yang dikerahkan berhasil mengakut ribuan metrik endapan lumpur dari dasar sungai Kampung Ulu selanjutnya ditumpuk dan siap diangkut keluar oleh truk-truk yang sudah disiapkan. Pasir-pasir tersebut dibawa oleh para sopir tanpa dikenai biaya.

“Dalam rapat kemarin di masjid kampung Ulu dengan pengurus masjid dan juga RT, RW kita jelaskan teknik pekerjaan kita. Termasuk pasir-pasir yang berhasil diangkut dari sungai silahkan diambil bagi yang membutuhkan tanpa dikenakan biaya. Para ketua Rt,Rw setuju mereka suport walaupun mereka bilang tak bisa membantu banyak, hanya dengan doa. Jadi kita sangat terenyuh,” ujar Fani.

Menurut Fani, jika tak ada aral melintang pekerjaan pengerukan alur sungai ini selain Kampung Ulu akan diperpanjang mulai dari sekitar lokasi pasar hingga belakang jalan Kejaksaan.

Baca Juga:  Pelajar SMPN 4 Pangkalpinang Sering Kesurupan, Sekda Kota Lakukan Hal ini!

“Untuk pejabat atau instansi terkait sudah kita tembusi. Oleh karena itu ijinkan kami untuk leluasa mencari pola pembiayaan intinya kita tidak ngemis. Mungkin dengan pola kegiatan tumpang sari. Karena kita prediksi kegiatan ini juga takkan berlangsung lama mengingat sebentar lagi sudah musim hujan dimana masyarkat mulai trauma,” ujar Fani.

Menurut Fani setiap tahun LSM nya yang didukung warga melakukan pengerukan alur sungai Muntok dan itu tetap berjalan sekalipun tanpa dukungan materi.

“Hanya tahun ini pekerjaannya agar berat, lumpur endapannya tinggi, dimana di tengah pandemi Corona yang mana berdampak ekonomi sulit. Kita berbuat baik untuk masyarakat kadangkala belum tentu benar. Karena itu kita harus melihat pekerjaan ini adalah proyek darurat, force majeur (bencana alam) butuh antisipasi cepat untuk penanganan banjir. Jadi jangan melihat ini sebagai proyek biasa dalam kondisi yang ideal sehingga sedikit-sedikit bicara sampai dimana langkah-langkah perizinan. Untuk teknis pekerjaannya sudah kita bahas dan jadi perhatian kita. Jadi kalau ada pekerjaan tumpang sari untuk pembiayaan proyek ini tolong jangan dihambat apalagi selevel pejabat karena ini demi masyarakat. Bahkan kalau ada anggaran pengerukan dari langitpun kami sangat bersyukur tetap terima,” ujar Fani lagi.

Terpisah, ketua RT wilayah Jalan Kejaksaan Muntok, Adon ditemui panitia kegiatan awalnya mempertanyakan kegiatan pengerukan termasuk kegiatan penunjangnya.

Namun selanjutnya dirinya mengarahkan agar bagaimana kegiatan yang didukung masyarakat ini berjalan lancar. (ril)

KOMENTAR