Wawako: PT. Timah Jangn Hanya Kelola Timah Saja Tapi LTJ Juga

Wawako: PT. Timah Jangn Hanya Kelola Timah Saja Tapi LTJ Juga

335
BAGIKAN :
Wakil Walikota Pangkalpinang, M. Sopian

KORANKITE.COM – Logam tanah jarang (LTJ) dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kandungan LTJ di bumi Indonesia cukup melimpah sehingga Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemasok LTJ dunia yang saat ini didominasi oleh China.

Karakteristik material LTJ yang istimewa menjadikan LTJ sangat diminati oleh industri, terutama industri maju dan strategis seperti industri elektronik, otomotif, Perminyakan, Kedirgantaraan, dan Pertahanan.

Berdasarkan potensi tersebut, dibentuklah konsorsium LTJ yang terdiri dari lembaga Litbang pemerintah, Universitas, dan Industri. 

Konsorsium ini mengusung misi untuk mewujudkan terciptanya industri LTJ di Indonesia, mulai dari hulu hingga hilir. Untuk mencapai misi tersebut, anggota konsorsium dibagi dalam 4 kelompok kerja (Pokja). 

Keempat Pokja tersebut adalah Pokja Inventarisasi dan Eksplorasi LTJ, Pokja Pengolahan dan Pemurnian LTJ, Pokja Pengembangan Aplikasi LTJ, dan Pokja Perumusan Kebijakan dan Industrialisasi LTJ. Pembagian tugas diantara anggota konsorsium merupakan bentuk sinergi yang diharapkan dapat menghasilkan suatu teknologi proses pengolahan LTJ dan juga kebijakan industrialisasi LTJ di Indonesia.

Sinergi antara Kementerian/lembaga dan Akademik dalam menjaga road map Litbang menuju Industrialisasi LTJ maka dilaksanakan rapat koordinasi pada tanggal 29 Maret 2016 yang bertempat di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) – BATAN, Jakarta.

Kordinasi tim (konsorsium) LTJ dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan instansi anggota konsorsium, antara lain BATAN, Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Perindustrian, Departemen Kimia – Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Indonesia, dan PT TIMAH (Persero) Tbk.

Terkait hal tersebut Wakil Walikota Pangkalpinang ketika ditanya mengatakan bahwa pihaknya sudah menemui kementerian ESDM untuk membahas masalah Logam Tanah Jarang dan Mineral Ikutan yang mengandung zat berbahaya yaitu bahan baku untuk pembuatan nuklir yang beredar bebas dikota pangkalpinang yang disinyalir sijual bebas di Pangkalpinang.

” Kami (Pemkot) pernah menemui kementerian ESDM membahas permasalahan LTJ yang beredar bebas di Pangkalpinang,” katanya

Pemkotpun katanya sudah mendapatkan perintah dari kementerian untuk bertemu BATAN  karena ini sudah menjadi wilayah mereka untuk mengawasi serta mengelola hasil bumi yang berhubungan dengan Nuklir

“Kami diperintahkan untuk bertemu BATAN karena ini sudah ranah mereka,” tandas mantan Camat tersebut

Pemkot pangkalpinang pun mendatangi Badan teknologi nuklir tersebut berharap mendapatkan solusi mengatasi permasalahan yang ada dikota pangkalpinang.

Lanjutnya setelah bertemu BATAN dan sudah memberikan bahan baku nuklir yang ada di kota pangkalpinang untuk dikelola.

“Pemkot menawarkan pengelolaan bahan tersebut ke mereka secara gratis agar bisa bermanfaat untuk masyarakat,”jelasnya

Tapi waktu itu ingatnya, BATAN tidak bisa menerima barang tersebut secara gratis tapi pemkot harus membayar kepada BATAN untuk mengelolanya

” Kalau harus bayar pemkot dapat uang dari mana jadi masalah ini bukan baru sekarang tapi dari jaman kolonial di biarkan begitu saja,” keluhnya

Iya pun berharap PT Timah bisa menjadi harapan bagi masyarakat untuk bisa mengelola hasil bumi yang ikut dalam pertambangan timah di Pangkalpinang umumnya di babel.

“Bahan-bahan ini harus dimanfaatkan secara benar, bukan hanya timah saja yang dikelola tapi masih banyak mineral lainnya yang bisa membahayakan masyarakat,” tutupnya(prj)

KOMENTAR
Baca Juga:  Terbukti Jual Narkoba, Dua Oknum Pol PP Kantor Bupati Babar Ditangkap